
CAHAYASIANG.ID, GORONTALO – Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026 menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, regulator, dan industri jasa keuangan untuk memperluas akses keuangan inklusif serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di kawasan utara Sulawesi.
Pada agenda strategis tersebut, PT Bank Sulawesi Utara Gorontalo (Bank SulutGo/BSG) kembali menunjukkan komitmennya sebagai agent of development melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Potensi Ekonomi Daerah bersama Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe. Selain itu, BSG juga menyerahkan secara simbolis pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Bohusami kepada sejumlah pelaku usaha sektor produktif.
Kegiatan ini dihadiri oleh Gubernur Gorontalo Dr. Ir. H. Gusnar Ismail, M.M., Asisten II Setda Provinsi Sulawesi Utara Christian Talumepa, S.H., M.H. yang mewakili Gubernur Sulawesi Utara, Bupati Gorontalo, Bupati Minahasa Selatan, Bupati Kepulauan Talaud, Direktur Utama Bank SulutGo Revino M. Pepah, Kepala OJK Sulawesi Utara, Gorontalo, dan Maluku Utara Robert Sianipar, Direktur Pengembangan Ekonomi dan Keuangan Daerah DMND OJK Pusat Isan Hasani, Direktur Ekonomi Syariah dan Badan Usaha Milik Kementerian PPN/Bappenas Rosy Wediawaty, serta perwakilan Bank Indonesia, Bank Mandiri, BTN, BRI, PNM, dan BNI.
Penandatanganan PKS antara Bank SulutGo dan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Sangihe menjadi langkah strategis dalam mengembangkan potensi ekonomi daerah, khususnya sektor-sektor unggulan di wilayah kepulauan, sehingga mampu meningkatkan produktivitas usaha masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian lokal.
Sebagai bagian dari upaya memperluas inklusi keuangan, Bank SulutGo juga menyerahkan pembiayaan KUR Bohusami kepada pelaku usaha dari berbagai sektor produktif. Untuk skema KUR Bohusami Ba’Ternak melalui BSG Cabang Limboto, bantuan pembiayaan diberikan kepada Jufri Karim dan Hasanudin Husain masing-masing sebesar Rp75 juta, Syaiful Arsyad sebesar Rp195 juta, serta Fitri Katili sebesar Rp500 juta. Sementara pada skema KUR Bohusami Ba’Soma melalui BSG Cabang Bitung, pembiayaan sebesar Rp30 juta disalurkan kepada Jolly Tamputi.
Direktur Utama Bank SulutGo, Revino M. Pepah, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah daerah, OJK, dan sektor perbankan menjadi faktor penting dalam mempercepat akses layanan keuangan hingga menjangkau masyarakat di berbagai wilayah.
Menurutnya, program KUR Bohusami dirancang untuk memperkuat sektor-sektor produktif seperti peternakan dan perikanan sehingga mampu meningkatkan kapasitas usaha para pelaku UMKM, menciptakan lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang lebih inklusif.
Melalui Rakorwil TPAKD Sulawesi Utara dan Gorontalo Tahun 2026, seluruh pemangku kepentingan diharapkan semakin memperkuat kolaborasi dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, memperluas akses pembiayaan bagi masyarakat, dan mempercepat pemerataan pembangunan ekonomi di Sulawesi Utara dan Gorontalo.(*Red)



