CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Sekjen DPP Partai Demokrat hasil KLB Deli Serdang Jhoni Allen Marbun kembali berbicara, kali ini di Podcast channel youtube Zulfan Lindan Unpacking Indonesia, diunggah Selasa, (13/6/2023).

Singkat cerita, Jhoni Allen Marbun menjelaskan, sebenarnya sejak awal SBY ini setelah jadi Presiden. Dia (SBY) inikan masuk di 2003, dan dia bukan pendiri nanti videonya bisa saya tunjukan.
“Nah setelah Dia (SBY) jadi Presiden, kongres pertama Dia mencalonkan orang yang bisa manut atau menjilat, kepada Dia. Hartono waktu itu, itupun kalah,” kata Sekjen Demokrat hasil KLB kepada Zulfan Lindan.
Lanjut Johni Allen Marbun, yang menang adalah Hadi Utomo (Adiknya Kristiani Herawati/Ibu Ani Yudhoyono) alias iparnya.
“SBY mendukung Hartono saat itu, sementara Pak Hadi Utomo tegas orangnya. Dia (SBY) tidak bisa mengendalikan Hadi Utomo, pokoknya orang yang bisa dikendalikan baru kalah,” sambung dirinya.
Kemudian Ia menuturkan, Baru kongres yang kedua 2010 di Bandung jaman Anas, Jagoannya SBY adalah Andi Malaranggeng, Siapa Andi Malaranggeng.
“Diakan dari Partai PDK, dan Dia sekjennya, baru persyaratan saja ngak lolos. Padahal Menteri semua turun tangan, semua resources diturunkan, ngak laku, persyaratannya 125 suara, Dia (Andi Malaranggeng) ngak sampai 100 dan Anas terpilih,” kenang Jhoni Allen Marbun.
Sekjen Demokrat hasil KLB ini mengatakan, begitu Anas menjadi Ketua Umum polling Demokrat itu 34 persen. Ya, karena sesuatu hal proses hukum terus terang saja, inipun dulu sesuatu yang tidak elok.
“Waktu itu SBY diluar negeri, masa seorang Presiden bahkan dia sebagai Pembina Demokrat, Anas Ketua Umum, dari luar Negeri dia bilang, tolong Status Anas supaya diperjelas, kan aneh,” ucapnya.
Dibayangi rasa sesal, Sekjen Demokrat hasil KLB itu membuka kembali sebuah tabir cerita, Sebelum Anas tersangka, Dia (SBY) bentuklah presidium itulah saya katakan, dialah “Pembegal” Partai sebenarnya. Ada asas praduga tak bersalah dong? Itu hanya dikumpulkan, di Cikeas gitu loh? Dia telepon saya waktu itu, supaya saya tidak boleh bicara.
“Boleh ditanya ke SBY, saya berani disumpah, berani ngaku ngak dia? Kalau saya ngak di Telpon, saya pasti bicara, makanya waktu itu Anas disamping saya, nendang kaki saya. Tapi saya sudah janji tidak boleh bicara, dan saya tidak tahu rapatnya buat menyingkirkan Anas, padahal dia belum tersangka, sehingga Anas adalah sebagai Wakil Ketua Presidium, SBY sebagai Ketua Presidium,” jawab Johni Allen Marbun dengan rasa sesal. (Dego)






