CAHAYASIANG.ID, JATIM – Rencana kunjungan Anies Baswedan ke sejumlah daerah di Jawa Timur mendapat penolakan pada (15/3/23).
Kelompok masyarakat yang menamakan diri Pejuang Nusantara Indonesia Bersatu (PNIB) melalui Ketua Umumnya Wasis Nugroho jelas menentang kedatangan pemenang Pilgub DKI hasil memperkosa agama tersebut.

“Kami, PNIB secara tegas menolak Anies, karena kami konsisten melawan politik identitas. Radikalisme dan Terorisme,” ujar yang sering disapa Gus Wal itu.
Wasis Nugroho menyampaikan, bahwa PNIB tidak ingin ada penggalangan politik identitas seperti pada DKI 2017.
“Karena kami tidak ingin apa yang dilakukan Anies dulu di Pilkada DKI lalu, diduplikasi ke seluruh negeri. Kami nggak mau politik identitas menyebar luas ke seluruh antero negeri,” sambungnya.
Disisi lain, penolakan juga pada saat ini belum waktunya berkampanye.

Spanduk, Edukasi Bahaya Politik Identitas
“Politik identitas itu menggunakan ayat, untuk pembenaran, untuk syahwat politik. Kami ingin menyadarkann masyarakat jangan sampai kedatangan Anies ini menjadi embrio lahirnya politik identitas seperti Pilkada Jakarta lalu, yang sangat kejam,” kata Gus Wal.
Dalam pernyataannya, Ketua Umum PNIB itu menyerukan tidak memilih Anies, bahkan tidak ada pembubaran, tindak kriminal serta persekusi.
Menurutnya, Anies juga mendapat penolakan di sejumlah wilayah Aceh, Riau, Ciamis, Bandung dan Jogjakarta.
“Pemasangan spanduk dilakukan hari sabtu (11/3) malam, namun beberapa dilepas oleh relawan dan simpatisan Anies,” ungkap Gus Wal.
Hal tersebut disayangkan oleh dirinya, mengingat spanduk sebagai bentuk aspirasi warga terhadap bahayanya politik identitas.
Gus Wal pun menolak tudingan provokatif atas pencopotan spanduk, dan menuding yang melepaskan sebagai anti demokrasi.
“Menjadi ancaman terhadap demokrasi di masa depan,” tegas Gus Wal. (Dego)







