- Kardinal Luis Antonio Tagle (Filipina)
Ketika Kardinal Luis Antonio Tagle angkat suara tidak menggelar melainkan menghibur, tidak mendominasi dan mengundang kekaguman publik.
Melalui perbuatannya, Kardinal Tagle merupakan salah satu tokoh yang paling dicintai di Gereja Katolik Global terutama dikalangan Orang Miskin, Kaum Muda, serta bagi mereka masih mencari jati diri.
Sosok Kardinal energik ini dibentuk bukan oleh Hak Istimewa, melainkan kedekatannya dengan rasa sakit. Keintiman itu menjadi dasar dengan misi menjadi dasar hidupnya.
Karena Menurutnya, Gereja tidak boleh sama sekali meminggirkan mereka, kaum terpinggirkan bagi dia semua sama di Mata Tuhan tanpa terkecuali.
Sebagai salah satu Kuria Roma, Luis Antonio Tagle memimpin misi Gereja yang paling berani untuk penginjilan, memimpin misionaris gereja guna menjangkau pelosok dunia membutuhkan harapan.
Tidak seperti birokrat atau ahli strategi, Ia memimpin bukan dengan kekuatan institusional, melainkan melalui kekuatan kegembiraan, kerendahan hati, maupun kisah yang menular.
Sering disebut Fransiskus dari Asia, kehangatan Pastoralnya, Keaslian Emosionalnya, dan kerentanan meluluhkan hati telah menjadikan dirinya menjadi jembatan spritual antar budaya, generasi bahkan tradisi agama.
Teologinya tidak hidup dalam buku akademisi, melainkan Teologi Kardinal Luis Antonio Tagle meresap dalam kehidupan sehari-hari, di daerah kumuh, Camp Pengungsi, Rumah Sakit serta tempat dimana Gereja harus hadir lebih sekedar doktrin.
- Kardinal Victor Manuel Fernandez (Argentina)
Sosok ini sering disebut sebagai Teolog dibalik tahta Kardinal Fernandez telah menghabiskan tahun sebagai pemberi nasehat kepada mendiang Paus Fransiskus.
Dirinya juga membantu mengartikulasikan visi yang mendefinisikan Kepuasan Paus Fransiskus, Sekarang Sebagai Prefek Dikasteri untuk doktrin iman, dulunya dikaitkan dengan pendekatan kaku.
Sekarang Dirinya memimpin Transformasi yang berani dengan cara gereja mendekati doktrin melalui pendekatan relevan berdasarkan abad ke-21.
Perlu diketahui, Bagi Kardinal Victor Manuel Fernandes doktrin bukanlah senjata melainkan kebenaran Injil harus diterangi melalui kasih dan belas kasihan.
Pengaruhnya dapat ditelusuri melalui dokumen yang merubah kutukan menjadi pendampingan, hingga sebuah keahlian mengidentifikasi kasih karunia yang bekerja bahkan dalam kehancuran. (Deon)





