CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Semasa era Orde Baru, diketahui bersama Presiden kala itu, Soeharto melakukan segala cara untuk mempertahankan kekuasaannya.

Hal tersebut, secara teori kekuasaan adalah hal yang lumrah, jika berbicara Post Power Syndrome.
Diceritakan bahwa mendiang Presiden Soeharto meredam segala kritik yang ditujukan, bahkan konon dengan cara kekerasan.
Kemudian, beberapa informasi akurat dan saksi hidup mengatakan bahwa sejumlah aktivis diculik. Namun, Beberapa dilepaskan, namun sebagian tak pernah kembali hingga kini.
Hingga bagi Generasi sekarang, bisa menghirup alam demokrasi terbuka hadiah 25 Tahun Reformasi di tahun 1998.
Meski tak bisa kita nafikan, sering kali saat ini menafsirkan demokrasi terkadang tak dibarengi dengan “Kebebasan Yang Bertanggung Jawab”.
Menurut data, KONTRAS mencatat terdapat 23 orang hilang dan dari angka penculikan tersebut, 1 orang dinyatakan meninggal, yaitu Leonardus Gilang, sembilan orang dilepaskan, dan 13 lainnya masih menghilang sampai saat ini.
DAFTAR AKTIVIS YANG HILANG TAHUN 1997/1998 DAN DI LEPASKAN, SERTA TANGGAL DICULIK
Adapun daftar Reformis yang Ditahan kemudian Dilepaskan tahun 1997/1998, sebagai berikut:
* Desmond Junaidi Mahesa
– 3 Februari 1998
* Haryanto Taslam
– 8 Maret 1998
* Pius Lustrilanang
– 4 Februari 1998
* Faizol Reza
– 12 Maret 1998
* Rahardjo Waluyo Jati
– 12 Maret 1998
* Nezar Patria
– 13 Maret 1998
* Aan Rusdianto
– 13 Maret 1998
* Mugianto
– 13 Maret 1998
* Andi Arief
– 27 Maret 1998
Berikut Daftar Reformis Yang Masih Hilang tahun 1997/1998, berikut daftarnya:
* Petrus Bima Anugerah
– 30 Maret 1998
* Herman Hendrawan
– 12 Maret 1998
* Suyat
– 12 Februari 1998
* Wiji Thukul
– April 1998
* Sonny
– 26 April 1997
* Noval Al Katiri
– 29 Mei 1997
* Ucok Mundandar Siahaan
– 14 Mei 1998
* Hendra Kambali
– 15 Mei 1998
* Yadin Muhidin
– 14 Mei 1998
* Abdun Nasser
– 14 Mei 1998
* Ismail
– 29 Mei 1997
Meskipun terdapat 9 aktivis yang dipulangkan ke kampung halaman, tetapi masih ada 13 aktivis lainnya menyandang status hilang atau meninggal.
Sebagai Informasi, Para Aktivis tersebut berasal dari berbagai organisasi seperti, Partai Rakyat Demokratik (PRD), PDI Pro Mega, Mega Bintang, dan mahasiswa. (Dego)






