• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Sunday, 19 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Wounde Dihentar Secara Adat Usai Berakhir Masa Jabatan Bupati Sangihe

Wounde Dihentar Secara Adat Usai Berakhir Masa Jabatan Bupati Sangihe

20/02/2025
in Sangihe
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Saat datang dijemput dengan adat, begitu juga saat kembali dilepas dengan adat. Begitulah tradisi yang dijalankan di Tanah Tampungang Lawo bagi pemimpin yang telah mengemban tugasnya. Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Sangihe, Albert Huppy Wounde, SH., MH., resmi menyelesaikan masa jabatannya setelah kurang lebih sembilan bulan bertugas.

Momen perpisahan ini menjadi sakral dan penuh makna. Bersama sang istri, Josephine M. Taco, Wounde dilepas secara adat sebelum kembali ke Jakarta untuk menjalankan tugas sebagai Kepala Biro SDM di PPATK. Tradisi ini mencerminkan betapa eratnya hubungan antara pemimpin dan masyarakat di Sangihe.

Acara pelepasan diawali dengan ibadah yang dipimpin oleh Ketua Umum Sinode GMIST, Pendeta DR. Welman Boba, M.Th. Doa dan ucapan syukur mengiringi perjalanan kepemimpinan Wounde yang telah berakhir, mengingat peran dan tanggung jawab besar yang telah diembannya.

Setelah ibadah, rangkaian prosesi adat berlangsung dengan khidmat. Para tetua adat memberikan doa restu serta simbol-simbol penghormatan kepada Wounde dan istri sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi mereka. Suasana haru begitu terasa di antara masyarakat yang hadir.

Dalam sambutannya, Wounde menyampaikan bahwa kebersamaan dan kekeluargaan adalah hal paling berharga dalam setiap perjalanan pengabdian. Ia merasa diterima dengan baik sejak pertama kali menginjakkan kaki di tanah Sangihe.

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa selama menjabat sebagai Pimpinan Forkopimda, ia menyaksikan bagaimana rasa kekeluargaan di antara para pemimpin institusi begitu erat. Ia mengapresiasi kerja sama yang terjalin demi kemajuan daerah.

“Setiap pemimpin memiliki tanggung jawab di institusinya masing-masing, tetapi yang membuat kita kuat adalah kebersamaan. Tanpa kekompakan, mustahil kita bisa membawa perubahan yang baik,” ungkapnya dengan penuh haru.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh elemen masyarakat, pemerintah daerah, serta para tokoh adat dan agama yang telah mendukung kepemimpinannya selama ini. Wounde berharap, nilai-nilai kebersamaan ini akan terus dijaga demi kesejahteraan masyarakat Sangihe.

Mengakhiri sambutannya tak lupa dirinya memohon maaf sekiranya ada kesalahan, atau kata-kata yang menyinggung perasaan saudara sekalian.

Masyarakat yang hadir pun tak kuasa menyembunyikan rasa haru. Beberapa di antara mereka menyampaikan testimoni mengenai kepemimpinan Wounde yang dinilai peduli dan dekat dengan rakyat.
Di akhir acara, prosesi adat terakhir dilakukan sebagai tanda perpisahan resmi. Doa dan restu mengiringi langkah Wounde dan istrinya meninggalkan Sangihe, membawa kenangan manis yang akan selalu melekat dalam ingatan mereka.

Pelepasan ini bukan sekadar seremoni, tetapi juga bentuk penghormatan mendalam atas pengabdian seorang pemimpin yang telah memberikan waktu dan tenaga demi kemajuan Tanah Tampungang Lawo.
(*Anto Harindah)

Post Views: 2,968
Bagikan ini :
Previous Post

Mashudi: Kita Kembali ke Rumah Besar PWI

Next Post

HPN 2025 Kalimantan Selatan Sukses Luar Biasa, Kepercayaan Kepada Hendry Ch Bangun Makin Nyata

Next Post

HPN 2025 Kalimantan Selatan Sukses Luar Biasa, Kepercayaan Kepada Hendry Ch Bangun Makin Nyata

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In