CAHAYASIANG.ID, TOMOHON- Masyarakat Petani Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara mengalami kerugian yang sangat besar pada tahun 2024.

Pasalnya, daerah berjuluk Kota Bunga ini menjadi satu-satunya di Sulut yang tidak mendapat Pupuk Bersubsidi dari Kementrian Pertanian (Kementan) Ri.
Penyebabnya kembali dibongkar oleh Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tomohon Periode 2014-2019 Ir. Miky J.L. Wenur, MAP.
Menurut Calon Walikota Tomohon ini, untuk memperoleh pupuk bersubsidi dari pemerintah pusat, pemerintah daerah harus memasukkan data dahulu ke Kementan melalui Sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e-RDKK).
Masalahnya, kata Ketua DPD II Partai Golkar Tomohon ini, Pemerintah Tomohon tidak pernah menginput RDDK ke link Kementan. “Sampai pada 30 Nopember 2023, dinas pertanian kota Tomohon tidak menginput RDKK ke lingk kementrian pertanian. ini tindakan yang sungguh sangat merugikan masyarakat petani Tomohon,” kata Wenur dihadapan Warga Taratara Raya kecamatan Tomohon Barat yang menghadiri Pengresmian Posko Pemenangan MW-CM pada Jumat (08/11/2024).
Fakta ini, kata dia, sebagai bukti ketidak profesionalan pemerintah. “Ini satu bukti bahwa pemerintah tidak mampu menjalankan pemerintahan dengan baik karena tidak mampu mengakomodir dan memperjuangkan kepentingan masyarakat petani. Dan itu murni kesalahan pemerintah,” tegas istri dari Senator Ir. Stevanus BAN Liow, MAP ini.
Buktinya ada, dimana dalam SK kementan per 2 Januari 2024, ditegaskan bahwa pupuk bersubsidi untuk Tomohoh tidak ada.
“Jadi kalau ada yang totowoen ada pupuk gratis, tidaklah itu. Sedangkan sekarang tidak ada pupuk bersubsidi karena tidak bisa diurus. Jangan lagi janji manis saat ada kampanye. Jangan lagi tertipu,” pesan Wenur. (Joppy WKR)





