• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Kamis, 2 Juli 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Wawancara Moeldoko Bersama Jaringan Media Terbesar Korsel, Sebut “Neo Marhaen”

Wawancara Moeldoko Bersama Jaringan Media Terbesar Korsel, Sebut “Neo Marhaen”

13/09/2023
in Nasional
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Dalam Wawancara bersama Maekyung Media Group (MBN) yang merupakan jaringan media terbesar di Negeri Ginseng Korea Selatan (Korsel), Rabu (13/9/2023).

Dimana Pensiunan Jenderal Bintang 4 asal Kediri Jawa Timur ini melangsungkan kunjungan kerja ke Seoul Korsel untuk menjadi pembicara pada Forum Pengetahuan Dunia (World Knowledge Forum/WKF).

Forum ini sudah berlangsung sejak tahun 2000, dan mengumpulkan 200 Pengusaha maupun Pakar dari seluruh dunia guna memprediksi masa depan, setelah itu membahas solusi atas masalah-masalah global.

Panglima TNI Periode 2013-2015 itupun mengajak kawan lamanya Korsel, Berinvestasi menanamkan modalnya di sektor pertanian Republik Indonesia supaya kedua negara dapat mengantisipasi krisis pangan dunia bersama.

“Indonesia memiliki ketersediaan lahan, kondisi alam mendukung, kekayaan varietas, serta ketersediaan SDM dan pasar besar. Korsel punya teknologi pertanian maju, jika kerja sama ini dapat dimaksimalkan, bukan tidak mungkin Indonesia dan Korsel dapat menjaga ketahanan pangan. Bahkan bertumbuh di tengah ancaman krisis pangan dunia,” kata Moeldoko, menurut keterangan resmi yang sampai ke media ini, Rabu (13/9/2023).

Menurut Ketua Umum HKTI tersebut, Peluang kerja sama di Sektor Teknologi Pertanian, dapat menjadi peluang emas kedua negara guna tumbuh bersama di tengah ancaman krisis pangan dunia.

Dia menambahkan, Dunia agrobisnis global sedang mengalami masalah pelik yaitu regenerasi pelaku pertanian. Petani semakin tua dan anak muda tidak tertarik terjun ke dunia pertanian. Jika ini tidak segera diatas maka krisis pangan dunia bisa terjadi.

“Di Indonesia titik terang jawaban atas permasalahan ini sudah dilakukan. Anak muda sudah ikut terlibat dalam industri pertanian dengan pendekatan teknologi,” ungkap Moeldoko.

Dirinya kemudian menceritakan dengan penuh kebanggaan tentang gerakan anak muda untuk membangun pertanian Indonesia. Dimana aksi Gerakan Maju Tani Indonesia telah menghasilkan produk-produk pertanian unggul dengan menggunakan pendekatan teknologi, seperti bibit unggul dan mampu bertahan dari Gempuran Hama serta Cuaca.

“Mereka (Gerakan Maju Tani Indonesia) juga menggunakan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) dalam produksi, sehingga terjadi efisiensi,” sebut Moeldoko.

GERAKAN MAJU TANI INDONESIA SEBAGAI NEO MARHAEN

Lulusan Akademi Militer tahun 1981 ini coba menjelaskan, Gerakan anak-anak muda dalam memajukan sektor pertanian melalui pendekatan teknologi ini merupakan modernisasi konsep Marhaen oleh Presiden Pertama Indonesia Soekarno.

Kepala Staf Kepresidenan juga mengatakan, Soekarno bertemu seorang petani bernama Marhaen yang memiliki lahan dan alat pertanian namun mengaku miskin.

“Disitulah kemudian tercetus ide gagasan dari Pak Karno untuk menyejahterakan dan memberikan keadilan bagi petani. Untuk itu, Saya menyebut Gerakan Maju Tani Indonesia ini sebagai Neo Marhaen,” tutur Moeldoko

#MaekyungMediaGroup #Korsel #Moeldoko

Post Views: 3,282
Bagikan ini :
Previous Post

Bersama Wagub Sulut, Lumbuun “Campur Semen” di Tondano

Next Post

Partai Buruh Turunkan Tim Hukum Bantu Masyarakat Rempang Batam

Next Post

Partai Buruh Turunkan Tim Hukum Bantu Masyarakat Rempang Batam

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In