• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Sunday, 26 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Wartawan Diduga Dikeroyok Saat Investigasi Dugaan Mafia Solar di SPBU Tababo

Wartawan Diduga Dikeroyok Saat Investigasi Dugaan Mafia Solar di SPBU Tababo

08/03/2026
in Bolmong Raya
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, Aksi kekerasan terhadap insan pers kembali terjadi. Dua wartawan dilaporkan mengalami luka setelah diduga dikeroyok oleh sekelompok orang saat melakukan investigasi dugaan penyelewengan BBM bersubsidi jenis solar di SPBU Tababo, Kecamatan Belang, Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra), pada Rabu (04/03/2026) dini hari.

Insiden tersebut terjadi ketika sejumlah jurnalis tengah melakukan pemantauan aktivitas distribusi solar bersubsidi di SPBU Tababo yang disebut-sebut milik Bupati Minahasa Tenggara, Ronald Kandoli. Awalnya situasi di lokasi terlihat normal, hingga keberadaan para wartawan diduga diketahui oleh beberapa orang yang berada di area SPBU.
Menurut keterangan salah satu korban, Onal, suasana mendadak berubah tegang ketika seorang pria yang berada di lokasi berteriak kepada pengawas atau karyawan SPBU.

“Kase mati jo itu lampu, torang mo bunung sini pa dorang!” ujar Onal menirukan teriakan tersebut.
Tak lama setelah teriakan itu terdengar, lampu di area SPBU tiba-tiba dipadamkan. Dalam kondisi gelap gulita itulah diduga terjadi aksi pengeroyokan terhadap para wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistik.

Korban mengaku dipukul secara brutal oleh beberapa orang menggunakan benda keras menyerupai balok. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka fisik serta trauma.
Peristiwa ini semakin memperkuat dugaan bahwa praktik penyelewengan BBM bersubsidi di lokasi tersebut bukan sekadar isu, melainkan aktivitas yang diduga dijaga oleh kelompok tertentu dengan cara intimidasi hingga kekerasan terhadap pihak yang mencoba mengungkapnya.

Onal menegaskan bahwa saat kejadian mereka sedang menjalankan tugas jurnalistik yang dilindungi oleh Undang-Undang Pers.

“Kami datang untuk melakukan investigasi sebagai bagian dari tugas jurnalistik. Kegiatan seperti ini jelas dilindungi oleh Undang-Undang Pers, bukan malah dibalas dengan kekerasan,” tegasnya.
Kontroversi juga mencuat setelah sosok yang disebut sebagai orang kepercayaan pemilik SPBU sekaligus koordinator di lokasi, VR alias Vanda Rantung yang dijuluki “Ratu Solar”, dimintai klarifikasi terkait peristiwa tersebut.

Korban menilai respons yang diberikan tidak menunjukkan empati terhadap wartawan yang menjadi korban kekerasan. Bahkan, menurut Onal, Vanda Rantung mengaku tidak mengenal para pelaku pengeroyokan dan mempersilakan jika peristiwa tersebut diberitakan.

“Silakan diberitakan. Saya tidak takut jika masalah ini diangkat ke media. Saya tidak kenal dengan para pelaku pemukulan tersebut,” kata Onal menirukan pernyataan Vanda.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua PPWI Sulawesi Utara, Hendra Tololiu, SE., CPLA, mendesak BPH Migas dan Polda Sulut untuk tidak menutup mata terhadap dugaan praktik mafia BBM yang disebut marak terjadi di Minahasa Tenggara.

Ia juga menyinggung dugaan pembiaran oleh aparat penegak hukum terhadap aktivitas tersebut.
“Kami menduga Polres Minahasa Tenggara sudah tutup mata, bungkam, bahkan terkesan membiarkan aktivitas mafia BBM yang beroperasi di sejumlah SPBU, termasuk yang diduga milik Bupati Mitra berinisial RK alias Ronald Kandoli,” tegas Hendra.

Menurutnya, kasus ini tidak bisa hanya dipandang sebagai tindak penganiayaan semata, melainkan sebagai bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers.
“Ini bukan sekadar kasus penganiayaan. Ini bentuk intimidasi terhadap kebebasan pers. Polisi harus serius mengusut siapa dalang di balik pengeroyokan ini,” tambahnya.

Hendra juga mengungkap adanya dugaan keterlibatan oknum anggota DPRD aktif dari salah satu partai besar dalam jaringan mafia BBM di wilayah Minahasa Tenggara.

“Ada oknum anggota DPRD yang masih aktif dari partai besar yang diduga ikut bermain dalam aktivitas mafia BBM, terutama dalam pengambilan solar bersubsidi dari sejumlah SPBU di wilayah Minahasa Tenggara,” ungkapnya.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik. Berbagai pihak mendesak agar Polda Sulawesi Utara, BPH Migas hingga Mabes Polri turun tangan mengusut dugaan mafia BBM yang disebut-sebut dilindungi oleh kekuatan besar di daerah tersebut.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Polres Minahasa Tenggara terkait insiden pengeroyokan terhadap wartawan maupun dugaan praktik penyelewengan BBM bersubsidi di SPBU Tababo.

Publik pun kini menunggu langkah aparat penegak hukum: apakah benar-benar berani membongkar jaringan mafia solar tersebut, atau justru kembali memilih diam.(*RS)

Post Views: 141
Bagikan ini :
Previous Post

Panitia H2RG P/KB Jemaat GMIM Viadolorosa Kairagi Dua Resmi Dilantik

Next Post

Perkuat Pembinaan WBP, Lapas Perempuan Manado Sambangi BLK Bitung

Next Post

Perkuat Pembinaan WBP, Lapas Perempuan Manado Sambangi BLK Bitung

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In