• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Thursday, 30 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » WARNING, Gejala Omicron Muncul Malam Saat Tidur. Ini Gejalanya…

WARNING, Gejala Omicron Muncul Malam Saat Tidur. Ini Gejalanya…

28/02/2022
in Kesehatan
0
Share on FacebookShare on Twitter
Foto (Getty Images/iStockphoto/MCCAIG/Detikcom)

CAHAYASIANG.ID – Virus Covid-19 varian baru yakni Omicron memang tidak terlalu berbahaya. Tapi kita harus tetap waspada sebelum virus varian baru ini memasuki tubuh kita. Gejala Omicron bisa terlihat jelas dan terasa, salah satunya muncul terjadi pada malam hari saat tidur, misalnya keringat malam.Selain itu, ada beberapa gejala lain pasien terinfeksi omicron. Mulai dari demam atau kedinginan, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, sakit kepala, hingga kehilangan rasa atau penciuman.

Gejala Omicron bisa terlihat jelas dan terasa, salah satunya muncul terjadi pada malam hari saat tidur, misalnya keringat malam. Selain itu, ada beberapa gejala lain pasien terinfeksi omicron. Mulai dari demam atau kedinginan, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, sakit kepala, hingga kehilangan rasa atau penciuman. Selain itu, ada beberapa gejala lain pasien terinfeksi omicron. Mulai dari demam atau kedinginan, batuk, sesak napas atau kesulitan bernapas, sakit kepala, hingga kehilangan rasa atau penciuman.

Tak hanya itu saja, Gejala lainnya juga kita merasakan sakit tenggorokan atau suara serak, hidung tersumbat atau berair, mual atau muntah, diare, suhu tinggi, batuk secara terus menerus, dan sakit pinggang. Gejala berikutnya adalah nafsu makan berkurang, delerium, mulas, kembung, kelumpuhan tidur, ruam kulit, Covid Tongue, Covid ToesatauFingers, sakit dada, dan sakit perut.

Lembaga Organisasi Kesehatan Dunia atau yang biasa kita tahu WHO pun angkat bicara soal varian BA.2 atau omicron siluman. WHO menyebutkan BA.2 jauh lebih menular dari BA.1 namun tingkat keparahan keduanya sama. Jika ada lonjakan omicron lagi, maka akan melihat lebih banyak BA.2.

WHO juga memperingatkan omicron tidak ringan, meskipun mungkin lebih ringan dari Delta, dikutip dari Live Mint, Minggu (27/2/2022). Dalam penelitian juga menyebutkan omicron siluman menyebabkan infeksi yang parah seperti Delta. Namun penelitian tersebut belum ditinjau oleh rekan sejawat.

Menurut studi di Inggris, orang yang terinfeksi menunjukkan gejala yang berhubungan dengan usus. Siluman omicron dilaporkan telah menyebar dengan cepat di negara itu.

“Kita tahu bahwa virus ini menyebar ke bagian tubuh yang berbeda. Ada kemungkinan omicron atau varian lain menyerang usu. Dan ini tidak akan terlihat di hidung, jadi bisa terkena infeksi usus namun tidak terlihat positif,” ujar profesor studi gejala Covid ZOE, Tim Spector kepada The Sun.

Pasien mengeluhkan enam penyakit berhubungan dengan usus pada saat terinfeksi. Mulai dari mual, diare, muntah, sakit perut, mulas, dan kembung.

Aplikasi Zoe Covid sebelumnya melaporkan Diare sebagai gejala Covid. Namun memasukkan gejala tersebut sebagai bagian dari kategori ‘kurang terkenal’.

“Kami masih menyelidiki apa artinya peningkatan laporan gejala gastrointestinal seperti diare, melewatkan makan dan sakit perut, yang lazim dengan varian sebelumnya, karena peningkatan tersebut nampaknya tidak terkait dengan mereka yang positif omicron,” jelas sebuah studi ZOE. (cnbc/JL)

Post Views: 3,060
Bagikan ini :
Previous Post

Kabupaten Kepulauan Talaud Peringati Dua Tahun Kepemimpinan Elly-Moktar

Next Post

Gagal Ciptakan Kondisi Kerja Yang Solid, Camat Kalawat Batalkan Usulan PAW Anggota BPD Maumbi
Nassa : Ada Staf Yang Bisa Bawa Surat Tersebut, Meskipun Saya Sedang Isoman

Next Post

Gagal Ciptakan Kondisi Kerja Yang Solid, Camat Kalawat Batalkan Usulan PAW Anggota BPD Maumbi
Nassa : Ada Staf Yang Bisa Bawa Surat Tersebut, Meskipun Saya Sedang Isoman

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In