
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Bencana alam berupa abrasi air laut yang terjadi di kompleks Tugu I’am Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), Sulawesi Utara, pada pertengahan tahun 2022 mengakibatkan jembatan penghubung Pantai Boulevard yang aksesnya dari kelurahan Ranoiapo, Uwuran Satu menuju ke Kelurahan Lewet, Bitung, Ranomea, dan Pondang ambruk.
Tak hanya itu, sejumlah bangunan juga ikut ambles dan hanyut oleh air laut. Peristiwa amblesnya belasan rumah tersebut sempat menjadi tontonan warga sekitar.
Penyebab abrasi ini dikaitkan dengan faktor geografis dan hidrodinamika di Teluk Amurang yang mengalami pergerakan arus dan gelombang kuat akibat kombinasi pasang surut, angin, dan gelombang laut.

Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah terus bersinergi untuk menangani bencana alam tersebut.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Ditjen Perumahan Rakyat melalui Balai Pelaksanaan Penyediaan Perumahan (BP2P) Sulawesi I juga telah menyelesaikan pembangunan infrastruktur permukiman terdampak bencana ini.
Untuk itu, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara bersama Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Sulawesi I melakukan Peresmian Hunian Tetap (Huntap) bagi Masyarakat Terdampak Bencana Abrasi di Pantai Amurang. Di Kelurahan Rumoong Bawah, Kec. Amurang Barat, Kab. Minsel, Selasa (24/09/24).

Dalam sambutannya, Gubernur Olly Dondokambey mengaku sangat bersyukur karena telah dilaksanakan peresmian untuk para penghuni huntap (hunian tetap).
“Secara pribadi, saya Gubernur tentu sangat berbahagia apa yang kita lihat hari ini, yang dikerjakan oleh Kementerian PUPR untuk masyakarat Sulawesi Utara sangat berdampak dan sangat positif. Karena masyarakat yang tadinya terdampak secara langsung mendapat perhatian langsung dari Pemerintah Pusat untuk membangun sarana dan prasarana rumah hunian tetap bagi mereka.” Ujar OD sapaan akrabnya.

Lanjut Gubernur dua periode pilihan rakyat Sulawesi Utara ini, Peresmian ini tentu sangat baik, karena biasanya relokasi agak lambat tapi berkat hibah dari Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw maka relokasinya bisa berjalan cepat.
“Tapi puji syukur karena ada Pak Steven Kandouw yang kasih tanah untuk Hibah buat masyarakat yang kena abrasi pantai. Pak Steven ini sering hibah, Rumah Sakit di Minahasa juga dihibahkan. Karena biasanya memang kalau urusan relokasi sangat susah. Tapi Puji Tuhan di Sulawesi Utara semua bisa berjalan dengan baik.” Tambah Gubernur.
Olly juga mengatakan bahwa ini terjadi karena adanya kerjasama yang baik dari Pemerintah Pusat dan Daerah. Menurut Olly Pemerintah juga harus menjadi Pelayan.

“Pemerintah harus menjadi Pelayan untuk kesejahteraan masyarakat.” Pungkas Olly. (*Rulan)






