CAHAYASIANG.ID, MANADO – Kasus Penganiayaan dan Pembunuhan yang terjadi di Desa Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara yang Viral di Media Sosial dan mengakibatkan seorang Pelajar SMA bernama Matthew Panelewen (17) tewas pada Rabu, (28/06/23) kini menjadi sorotan publik.

Kepada wartawan, Kapolres Minahasa Utara mengatakan Pelaku sudah diamankan.
“Pelaku sudah ditangkap” ujar Kapolres singkat melalui pesan WhatsAppnya, Jumat (30/06/23).
Kasus ini pun sedang dikawal oleh berbagai LSM di Sulawesi Utara.
Tim Media Wartawan Ba Carita yang terdiri dari Cahaya Siang dan Pelopor berita menyambangi rumah duka yang terletak di Perum Poligriya Permai, Kelurahan Buha, Kecamatan Mapanget, Kota Manado, Jumat malam (30/06/23).
Ibu Korban, Olvie Kalalo saat ditemui Tim Media Wartawan Ba Carita tampak sangat terpukul dengan kejadian yang menimpa anak tercintanya tersebut.
Saat diwawancarai melalui video, Ibunya menceritakan saat itu ia ditelpon dan memberitahukan bahwa anaknya menjadi korban penganiayaan dan penikaman.
“Saat itu informasinya saya dapat kurang lebih jam 12 malam hari Rabu dari anak saya. Disuruh ke rumah sakit karena matthew lagi di rumah sakit.”
Dirinya saat itu langsung panik ketika mengetahui anaknya menjadi korban penikaman.
“Qt sendiri ke RS Auri, dimana sudah ada Bapak Kapolsek Dimembe. Terus saya sampai sudah tidak ada lagi, tidak ada nafas lagi.” katanya sembari menjelaskan bahwa dari Pihak Rumah Sakit sudah berupaya untuk menolong.
Ketika ditanya apakah pelaku sudah diketahui, dirinya menjelaskan tahu dari anaknya yang satu (Kaka Matthew). Dan yang lebih mengherankan ada tersangka yang satu mengaku sebagai korban.
“Qt lia sebelah pa Matthew di tempat tidur sebelah dia bilang saya korban tante. Karena dia bilang korban ada bercak darah di switer, dan ada bapak satu yang anggota juga, pas dia lihat nda ada tusukan langsung diamankan, dibawah.” katanya
Dalam video berdurasi 11 menit yang diunggah melalui akun page Facebook cahayasiang.id, Ibu Korban berharap kasus ini bisa ditangani serius dan para pelaku dihukum setimpal dengan perbuatannya.
“Ini tolong ditindak lanjuti, karena ini sudah perencanaan. Sudah ditusuk malah diinjang, padahal matthew so bilang (Tio ampun, Tio ampun)” tuturnya
Ibu korban juga berpesan semoga Pihak Kepolisian bisa melihat kasus ini. Dan hukum seadil-adilnya para pelaku.
“Hukum seadil-adilnya, karena ini merampas hak Tuhan, mengambil nyawa, mati, nda mo bangun lagi, kecuali boleh tukar asal Matthew yang asli. Qt cuman mo minta itu, seadil-adilnya” harapnya
Adapun untuk Ibadah pemakaman akan dilaksanakan pada, Sabtu (01/07/23) pukul 11.00 dan akan disiarkan langsung melalui akun resmi paga Facebook media cahaya siang yakni cahayasiang.id. (*TimWBC)






