
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Menanggapi viralnya isu tawuran antar sekolah yang beredar di media sosial dalam beberapa hari terakhir, Kepala SMA Negeri 1 Manado, Jemmy James Jermias, akhirnya angkat bicara dan meluruskan informasi tersebut.
Dalam wawancara eksklusif bersama Cahaya Siang id, Jemmy menegaskan isu adanya ajakan sekolah X mau menyerang sekolah Y adalah tidak benar.
“Jadi saya perlu luruskan dulu ya. Sempat beredar isu ada sekolah X mau serang sekolah Y, seolah-olah akan ada ajakan tawuran antar sekolah. Tapi sebetulnya saya tidak setuju. Karena tidak ada satu sekolah pun yang mengajar anak untuk tawuran,” tegas Jemmy.
Menurutnya, aksi tersebut merupakan ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, baik siswa aktif, alumni, maupun orang-orang tertentu yang sengaja memprovokasi.
“Itu ulah oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab. Oknum-oknum yang tidak punya tujuan hidup. Atau mungkin saya pakai kata yang lebih kasar mungkin sakit jiwa, sehingga tidak menginginkan adanya keamanan, kenyamanan di antara siswa,” ujarnya.
Menyikapi isu yang disebutnya sebagai “isu murahan” itu, SMAN 1 Manado tetap mengambil langkah waspada. Pihak sekolah langsung menyurat ke orang tua siswa.
“Kita tidak mau kalah dengan orang-orang tertentu, paling hanya segelintir. Kenapa torang mesti kalah dengan dorang. Jadi sekolah tetap harus jalan, membuktikan bahwa torang tidak takut. Kita masih percaya ada petugas keamanan, ada Polisi, TNI, Pol PP, Dinas Pendidikan, Pemerintah, Gubernur, yang mampu mengendalikan,” kata Jemmy.
Sekolah memberikan opsi bagi orang tua yang khawatir untuk belajar di rumah, namun disarankan untuk antar-jemput anak. Siswa juga diimbau setelah pulang sekolah langsung pulang, tidak kumpul-kumpul di tempat yang rawan kejahatan.
Ia juga meminta siswa bijak bermedia sosial, tidak perlu mengomentari apalagi meneruskan ajakan tawuran agar tidak semakin viral.
“Semakin banyak orang komen kan, so lebih viral toh. Tatawa itu yang bikin itu. Ini kan torang dibodohi toh,” tambahnya.
Jemmy memastikan isu tersebut tidak berdampak pada aktivitas belajar mengajar. Kehadiran siswa bahkan hampir 100 persen karena bertepatan dengan Ujian Tengah Semester (UTS).
“Kehadirannya banyak kelas itu 100 persen. Ada orang tua yang sempat khawatir mau ujian online, tapi akhirnya antar juga ke sekolah,” jelasnya.
Terkait kunjungan Tim URC Polda Sulut ke SMAN 1 Manado, ia menyambut baik dan menjelaskan apa adanya bahwa SMAN 1 Manado tidak terlibat dan sudah dikondisikan untuk tidak terpengaruh.

Di akhir wawancara, ia berpesan kepada siswa untuk fokus meningkatkan kompetensi dan mengejar masa depan, kepada orang tua untuk tetap mengontrol anak karena karakter anak paling banyak dibentuk di rumah, dan kepada masyarakat agar bijak mencermati postingan agar tidak memperkeruh suasana demi keamanan Manado dan Sulawesi Utara yang kita cintai. (*Ezra)



