
CAHAYASIANG.ID – BITUNG. Merasa hak Aparatur Sipil Negara (ASN) dikangkangi, sejumlah pegawai Pemerintah Kota Bitung, melaksanakan demo damai menuntut hak mereka kepada Walikota Bitung, Ir Maurits Mantiri MM, Kamis (13/6/2024) di depan Kantor Walikota Bitung.

Dalam tuntutannya, para ASN ini melalui para pembicara, diantaranya, Jorry Lomboan, meminta agar Walikota Bitung, merealisasikan hak ASN, yang dirasakan sangat memberatkan.

“Kami harap hak kami dibayarkan Pak Walikota, kami sudah banyak berutang, anak-anak kami banyak kebutuhan sekolah, kami tidak punya penghasilan lagi,” ujar mantan Lurah Pinasungkulan ini.
Sementara dikesempatan yang sama seorang guru Pulau Lembeh, Sisilia Debora Manope, meminta tolong kepada Walikota Bitung agar terlepas dari Hutang.
“Naik Mikro PP 14.000, perahu 10.000 dan ojek 50.000, kami tidak pernah baku tawar, kami tidak makan disekolah, kami makan dari rumah karena tidak cukup, kalau bapak tidak bayar hak kami, apakah kami harus telantarkan anak didik?, karena kami egois? karena itu kami berhutang, coba bapak buka hati, kami kerja dengan hati sesuai slogannya bapak, apakah kami bayar perahu pake hati? Bayar ojek pake hati? “ungkapnya.
Manope juga menambahkan, dari tahun 2021 dana 1.900.000 selisih Tamsil (tambahan penghasilan) itu sudah cair, sampai hari ini tidak ada kejelasan, malahan dirinya pernah menuntut dan dipermalukan dihadapan para kepala sekolah.

“Tolong keluar berikan penjelasan, jawab tuntutan kami kalau bapak punya hati, jujur kami 16 orang belum cair, memang itu kecil tapi bisa beli beras dan rempah-rempah untuk keluarga, mohon saya dari guru pulau,” ujarnya.

Sampai berita ini masuk dewan redaksi, demo sementara berlangsung dan para ASN tidak diterima Walikota Bitung, bahkan pejabat Pemkot Bitung tak satupun mau memberikan penjelasan, masa aksi kemudian berpindah ke DPRD Kota Bitung untuk menyampaikan aspirasi, Demo damai ini dikawal ketat aparat TNI dan Polri. (Yaps)



