
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Sikap alergi dengan kehadiran sejumlah awak media kembali ditunjukan pihak sekolah melalui oknum humas SMK N 1 Amurang berinisial BA alias Ben yang dengan lantang menuduh wartawan bak preman. Selasa, 02/08.
Hal ini disampaikan Ben diruang humas SMK N 1 Amurang saat menerima sejumlah awak media yang saat itu ingin bertemu kepala sekolah.
Dalam percakapan antara sejumlah oknum wartawan dengan oknum humas SMK N 1 Amurang awalnya berjalan dengan baik. Namun ketika salah seorang oknum wartawan menyampaikna maksud dan tujuan ingin bertemu langsung dengan kepala sekolah, tiba-tiba sang oknum humas langsung menyela dengan mengatakan kalau tidak langsung harus melalui dia terlebih dahulu.
Bermula dari situlah yang kemudian oknum humas beinisial BA alias Ben langsung mengatakan yang mengejutkan.
Kalau mo ketemu dengan kepsek tentubtorang musti tau dulu apa keperluannya mo ketemu. Jelas BA
“Ini sudah menjadi kewajiban kami untuk melindungi pimpinan. Sebab mengingat dengan situasi dan kondisi yang ada saat ini, tentunya kami perlu mewaspadai sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diingikan”. Ujarnya.
Makanya, sambungnya lagi “Bisa saja kan kage kurang mo lia tu leher so digorok”. Ucap Ben dengan gaya terlihat arogan dan sombong.
Mendapat tudingan tidak mendasar oknum humas Ben tersebut, sontak disambut dengan reaksi sejumlah wartawan.
“Pak apakah kami yang datang ini menurut bapak ada wajah preman..??”. Kata salah satu wartawan memotong pembicaraan.
Namun dengan ekspresi wajah seakan-akan tidak bersalah, oknum humas tersebut justru malah mengulang kalimatnya “Kan menduga…bisa saja kan”.
Arogansi oknum humas SMK N 1 Amurang berinisial Ben tersebut ternyata bukan baru kali ini saja.
Sulitnya untuk bertemu langsung dengan kepala sekolah SMK N 1 Amurang, semakin menguatkan dugaan adanya praktek-praktek kotor dari para oknum-oknum tersebut sehingga takut terekspos keluar.
“Ini Kepala Sekolah SMK N 1 Amurang JJM kurang lawang-lawang gubernur. Hele pak Gubernur YSK nda susah mo baku dapa kong nanti dia mo baku dapa kong musti harus lewat humas”. Cibir warga yang minta namanya tidak dipublis.
Tidak humanisnya sikap pihak sekolah SMK N 1 Amurang yag begitu alergi dengan kehadiran wartawan, menjadi perginjingan luas dimasyarakat.
Atas peristiwa yang dialami sejumlah wartawan tersebut, Pemerintah Propinsi terlebih khusus Gubernur sulut diminta agar segera mengambil lagkah evaluasi dan sekaligus mencopot oknum kepala sekolah. (R_01)






