
CAHAYASIANG.ID, TOMOHON – Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara seperti bergetar hebat dari siang hingga petang (22/11/2024). Itu bukan karena gunung Lokon erupsi, tapi karena adanya puluhan ribu massa pendukung Pasangan Calon (Paslon) Walikota dan Wakil Walikota yang lalu lalang diseluruh pelosok, bersiap dan akhirnya menyatu di Stadion Babe Palar Walian.
Lautan manusia yang terlihat riang gembira ini secara sukarela hadir untuk mengikuti kampanye Akbar Paslon nomor urut 02, Wenny Lumentut, SE dan Michael Mait, S.Kom (WL-MM). Kehebohan giat akbar politik ini makin istimewa karena massa pendukung berbalut kaus warna-warni, ciri khas Paslon WL-MM. Paslon Independen ini didukung oleh Koalisi Rakyat Bersatu.
Dalam orasi politiknya, Wenny Lumentut menyentil isu-isu politik yang diduga sengaja diciptakan untuk menyerang pihaknya.
“Mari kita lawan itu intimidasi dan penekanan, karena itu tidak mencerminkan kedewasaan berpolitik di Tomohon, Kalau ada brita-brita, pidato-pidato yang menjelekkan nama saya, janganlah ditanggapi Biarlah itu menjadi urusan saya dengan Tuhan Yesus, karena setiap orang punya urusan dengan Tuhan Yesus. Tidak ada orang lain yang mengaturnya,” ungkap Lumentut, yang sehari sebelumnya dihujat dalam orasi politik oknum tim Paslon lain.
Tentang ketidak adilan yang makin menggila, WL berjanji bakal mengubahnya jika terpilih. “Kami akan berikan bantuan Lansia pada semuanya, Dan tidak pandang bulu, Semua anggaran dari program kami sudah kami hitung, Nantinya akan bersinergi dengan propinsi dan pusat,” ungkap WL.
Terkait Sinergitas vertikal, ditegaskan oleh Ramoy Luntungan. Saya dan teman lain khusus diutus oleh pak Calon Gubernur Stevanus Komaling untuk datang membantu WL-MM, Beliau bilang kalau pak WL-MM jadi, dan beliau juga jadi, akan berkomitmen untuk bersinergi dan pasti dengan Prabowo.
Kalau sinergi dengan pusat baik, maka program pusat akan mengalir lancar,” kata mantan Bupati Minahasa Selatan ini diketahui, doa berantai para ulama lintas agama mengawali kampanye yang telah memecahkan rekor massa terbanyak sejak Tomohon terpisah dari Kabupaten Minahasa pada tahun 2003.
Menurut sejumlah warga sekitar stadion yang ditanyai wartawan, jumlah massa WL-MM jauh lebih banyak dibanding massa pendukung Paslon nomor urut 3 yang berkampanye sehari sebelumnya.
“Torang bukan pendukung WL-MM. Tapi torang jujur saja, bahwa massa ini jauh lebih banyak dibanding kemarin,” ungkap warga yang kebetulan berkumpul di bagian barat stadion. (Joppy WKR)





