CAHAYASIANG.ID, TOMOHON – Ribuan massa pendukung Bakal Calon (Balon) Walikota dan Wakil Walikota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara Wenny Lumentut, SE dan Michael Mait, S.Kom (WL-MM) berkonvoi dari Kelurahan Kolongan menuju Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tomohon pada Sabtu (11/05/2024).

Dikawal oleh Personil Kepolisian Resort (Polres) Tomohon dibawah arahan Kapolres Lerry Tutu, SIK,MM, rombongan Balon peserta Pilkada Tomohon dari jalur independen ini bergerak secara tertib dan terkendali dari Terung Kabasaran Kolongan sejak pkl.10.30 WITA.
Menariknya, ribuan massa ini sudah sangat antusias walaupun sebenarnya WL-MM baru pada tahap memasukkan formulir syarat dukungan yang diwajibkan bagi Calon perseorangan alias non-Partai.
Dalam agenda bertajuk Pengajuan Syarat Dukungan Bakal Pasangan Calon Perseorangan dalam Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Tomohon, lima Komisioner KPU dengan cermat menuntaskan sesion awal yang menandai bergulirnya Pilkada Tomohon yang diprediksi akan sangat sengit dan menarik.
Dalam sambutannya, Ketua KPU Tomohon Albertien G.V. Pijoh menjelaskan, bahwa penjadwalan acara sesuai dengan PKPU no.2 tahun 2024.
“Pasangan calon perseorangan minimal memasukkan 7.803 dukungan berupa formulir disertai KTP. Ya, harus dalam isian formulir karena KTP hanya sebatas identitas,” ungkap Pijoh.
Terkait tekhnisnya dipaparkan oleh Ketua Divisi Teknis Deisy Soputan. “Proses setelah pengajuan dukungan dari bakal calon adalah pemeriksaan dan verifikasi administrasi. Kemudian dilanjutkan dengan verifikasi faktual yang menentukan apakah sudah sesuai syarat dukungan yang tersebar di minimal 3 kecamatan,” kata Soputan.
Sementara itu, Balon Walikota Tomohon Wenny Lumentut membeber formulir dukungan yang dimasukkan berjumlah 11.111.
“Sebenarnya dukungannya cukup banyak. Ada sekitar 42.000 dukungan. Tapi kami tak mau terlalu banyak karena alasan yang mendasar. Waktu juga sangat tipis, karena tiba-tiba dibuka tanggal 8 dan ditutup tanggal 12,” ungkap Lumentut yang didampingi oleh Balon Wawali Michael Mait.
Diketahui, info kegiatan ini langsung menjalar ke seluruh pelosok kelurahan. Tak heran, dari pantauan wartawan, pusat-pusat kegiatan yang biasanya ramai setiap akhir pekan seperti pertokoan dan pasar Tomohon tiba-tiba jadi sepi sejak pkl. 10.00-14.00 WITA. (JOPPY WKR)






