
CAHAYASIANG.ID, Sangihe – Pasangan Calon Bupati dr. Rinny Tamuntuan dan Wakil Bupati Mario Seliang, yang lebih dikenal dengan nama pasangan TAMANG, menekankan komitmen mereka dalam meningkatkan layanan kesehatan di wilayah perbatasan Indonesia-Philipina. Dengan mengusung tagline “TAMANG,” keduanya menyatakan kesehatan sebagai salah satu prioritas utama, terutama bagi masyarakat di pulau-pulau terluar. Salah satu wujud konkret dari komitmen ini adalah rencana peningkatan status Puskesmas Marore menjadi Rumah Sakit Pratama. Upaya ini bertujuan untuk mempermudah akses pelayanan kesehatan bagi masyarakat di Kecamatan Marore yang selama ini masih terbatas.
Langkah ini diambil setelah pasangan TAMANG melakukan kunjungan langsung ke sejumlah pulau terluar di wilayah Kecamatan Marore dan Kendahe. Dalam kunjungan yang berlangsung pada hari Selasa (12/11/2024) tersebut, mereka menelusuri kondisi kesehatan masyarakat serta infrastruktur kesehatan yang tersedia di daerah tersebut. Mereka menilai bahwa peningkatan fasilitas kesehatan di daerah perbatasan sangat mendesak, mengingat letak geografis wilayah yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan di ibukota Kabupaten. Selain itu, kondisi geografis yang terisolasi membuat masyarakat sering mengalami kesulitan dalam memperoleh layanan kesehatan yang memadai.
“Kedepan jika Tuhan Berkehendak serta atas dukungan masyarakat Sangihe kami terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati, kami berencana meningkatkan Puskesmas Marore menjadi Rumah Sakit Pratama. Sehingga bisa meningkatkan pelayanan kesehatan di wilayah kepulauan tersebut,” ungkap Tamuntuan yang disambut teriakan “Gas Tamang” oleh warga yang hadir.
Selain peningkatan status Puskesmas Marore, pasangan TAMANG juga memperhatikan kebutuhan renovasi sejumlah Puskesmas Pembantu (Pustu) di wilayah ini. Ada juga sejumlah Pustu di Kecamatan Marore dan Kendahe saat ini sedang dalam tahap renovasi untuk memperbaiki dan meningkatkan fasilitasnya. Peningkatan ini diharapkan dapat memberikan pelayanan kesehatan yang lebih optimal bagi masyarakat setempat. Pasangan TAMANG meyakini bahwa perbaikan infrastruktur kesehatan ini akan memberikan manfaat besar bagi masyarakat yang selama ini mengandalkan puskesmas sebagai pusat layanan kesehatan utama.
Kepedulian pasangan TAMANG terhadap kesehatan di wilayah perbatasan ini juga merupakan bentuk komitmen mereka dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat Sangihe secara merata. Mereka menyadari bahwa masyarakat di daerah perbatasan sering kali merasa kurang diperhatikan, baik dari segi ekonomi maupun kesehatan. Dengan mengutamakan pelayanan kesehatan, pasangan TAMANG berharap masyarakat di wilayah perbatasan dapat merasakan pemerataan pembangunan dan perhatian dari pemerintah daerah.
Program-program yang diusung oleh pasangan TAMANG di bidang kesehatan juga sejalan dengan visi mereka untuk menciptakan masyarakat Sangihe yang lebih sehat dan mandiri. Mereka percaya bahwa masyarakat yang sehat adalah aset penting bagi pembangunan daerah, terutama di wilayah perbatasan yang memiliki potensi besar sebagai gerbang penghubung dengan negara tetangga. Dengan adanya fasilitas kesehatan yang memadai, diharapkan masyarakat dapat menjalani kehidupan yang lebih produktif dan berkualitas. (*Anto)





