CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menghadiri sekaligus melihat langsung keberhasilan panen padi melalui teknologi intensifikasi pertanian di Desa Lojejer, Kecamatan Wuluhan, Kabupaten Jember, Jawa Timur.
Pesan Ketua Umum HKTI ini, agar para petani selalu bersiap menghadapi situasi apa pun, termasuk krisis air.

“Kita ini menghadapi ancaman krisis air. Dunia juga akan menghadapinya. Untuk itu sumber air ditata dan kelola dengan baik, para petani juga tetap guyub rukun bersiap menghadapi krisis apapun,” ujar Panglima TNI 2013 hingga 2015 itu dalam keterangan tertulis, Jumat (24/3) dan baru diterima CAHAYASIANG.ID, Minggu (26/3/2023).
Tokoh yang dipanggil Moeldoko Penjaga NKRI ini menjelaskan, Intensifikasi akan memotong masa tanam sekaligus meningkatkan hasil panen. Kesejahteraan petani akan membaik
Senada dengan itu, Direktur M-Tani Sugeng Widodo membeberkan, bibit ini juga sudah bisa dipanen di usia 75 hari. Padahal usia padi rata-rata di Indonesia masih di atas 90 hari.
Sementara itu, PJ Sekda Kabupaten Jember Arief Tjahjono mengatakan, Kabupaten Jember merupakan wilayah dengan hamparan lahan pertanian terluas nomor tiga di Indonesia.
“Total luas lahan pertanian mencapai 86.000 hektar,” ujar dia.
Sebagai tambahan, Sejak setahun terakhir, ladang pertanian seluas 500 hektare di Desa Lojejer ditanami bibit padi super M70D karya M-Tani.
Masyarakat desa pun telah membuktikan hasil panen bibit M70D mencapai sembilan ton per hektar. Angka ini jauh di atas rata-rata hasil panen padi di Indonesia yang menghasilkan 5,7 ton per hektar. (*Deon)







