• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Sunday, 17 May 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » TEGAS, Orang Ini Sebut SBY Pembegal Partai dan Membuang 98 Orang Pendiri Demokrat

TEGAS, Orang Ini Sebut SBY Pembegal Partai dan Membuang 98 Orang Pendiri Demokrat

06/04/2023
in Politik
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Tegas dan Pedas, itulah kalimat yang lantas Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang Saiful Huda Ems memberikan bantahan untuk AHY serta penghamba SBY.

Lawyer Sekaligus Kepala Departemen Komunikasi dan Informatika DPP Partai Demokrat KLB Deli Serdang Saiful Huda Ems Dengan Tegas Mengkritik SBY dan Anak-anaknya

“Yang disebut Begal Partai itu, bukanlah Jenderal (Moeldoko) yang bermaksud baik membantu para pendiri dan pengurus, serta semua kader Partai Demokrat dari satu keluarga Cikeas, yang mengambil alih kepemimpinan partai dan menggantinya dengan seluruh anggota keluarganya,” ucapnya.

Sementara Saiful Huda berkata, Pembegal Partai itu, bukanlah Jenderal yang “dilamar” oleh para pendiri dan pengurus Partai Demokrat, untuk kemudian dipilihnya menjadi Ketua Umum.

“Serta diharapkannya dapat memperbaiki Partai Demokrat yang sudah sekarat, akibat dikuasai dan dikendalikan oleh seorang pelarian Mayor yang dijadikan pemimpin karbitan oleh orang tuanya,” katanya.

Namun, Pria yang berprofesi lawyer itu menjelaskan, yang disebut begal partai adalah seseorang yang ketakutan setelah menjabat sebagai presiden, kemudian nantinya tidak lagi mempunyai kedudukan, pengaruh dan kekayaan apa-apa.

“Sehingga harus merebut Partai Demokrat, dan membuang 98 orang pendirinya serta mengganti hanya dengan namanya sendiri bersama satu orang pendiri lagi yang sudah mati, hingga tanpa malu mempertontonkan diri sebagai politisi bodoh yang tak mengerti syarat-syarat pendirian partai politik yang tertuang dalam UU Partai Politik,” ungkapnya.

Dirinya menuturkan, Pembegal partai adalah orang yang memaksakan anaknya yang notabene masih hijau, bau kencur, alias Bocil yang baru belajar bicara untuk bersama adiknya, memimpin Partai Demokrat dan menarik uang setoran sebanyak-banyaknya, dari para pengurus dan Bakal Caleg.

“Yang akan diusung oleh partainya, mulai dari Baleg Pusat hingga di daerah-daerah seluruh Indonesia dan Dapil yang ada luar negeri,” sambungnya.

Sementara bagi Dia, Pembegal partai, adalah SBY, AHY dan Ibas adiknya, yang tanpa malu menguasai pucuk-pucuk pimpinan Partai Demokrat dan menyihir semua pesera Kongres 2020 untuk memilih anaknya sebagai Ketua Umum dan harus menerima AD/ART Partai Demokrat, yang disusun-susun sendiri oleh SBY dan hanya menguntungkan bagi diri maupun keluarganya sendiri

Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)

“Ya, pembegal partai adalah SBY yang memaksa secara membabi buta, merubah Partai Demokrat untuk tak lagi menjadi partai yang demokratis dan terbuka, melainkan menjadi Partai Keluarga yang bisa mengokohkan kekuasaan keluarga, yakni keluarga Cikeas pimpinan SBY dan para penghambanya,” urainya kepada CAHAYASIANG.ID, Kamis (6/4/2023).

Saiful Huda Ems menambahkan, Herzaky sebagaimana Ketua Umumnya, yakni Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), masihlah Bocil-Bocil yang masih dalam tahap belajar bicara, harusnya perbanyak wawasan politik dahulu baru kemudian tampil di berbagai media untuk bicara tentang politik.

“Sebab jika mereka berdua tidak melakukan hal itu terlebih dahulu, maka kami khawatir panggung politik Indonesia ke depan, hanya akan diisi oleh politisi-politisi pemula yang baru mulai belajar bicara. Kalau sudah demikian yang rugi, nantinya ya Rakyat Indonesia ini juga,” sindirnya. (Dego)

Post Views: 3,073
Bagikan ini :
Previous Post

DKPP dan PWI Teken MoU Tentang Sosialisasi KEPP Secara Nasional

Next Post

Tak Kenal Lelah, Bupati Joune Ganda Safari Ke Sejumlah Lokasi Bencana

Next Post

Tak Kenal Lelah, Bupati Joune Ganda Safari Ke Sejumlah Lokasi Bencana

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In