
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kardinal Ignatius Suharyo melalui unggahan di akun media sosial Keuskupan Agung Jakarta, Senin (19/5/2025), berbicara mengenai salah satu hal krusial pada pembahasan Pra Konlaf menghasilkan pemimpin umat katolik dunia yang baru, yakni Paus Leo XIV (Kardinal Robert Francis Prevost Martinez/Nama Kewarganegaraan Peru).
Menurut Uskup Agung Jakarta tersebut, Ke depan ini kita tidak bisa meramalkan dua tahun yang akan datang ada apa.
“Yang jelas sekarang pengaruhnya sangat dahsyat itu komunikasi massa. Itu pengaruhnya kepada watak manusia sangat berbeda, pendidikan? mau masuk di dalam wilayah ini apa yang bisa dilakukan,” ungkap Kardinal Suharyo.
“Apalagi nanti kalau sudah sampai kepada artificial intelligence, itu mengubah seluruh mata manusia. Maka salah satu diskusi yang dibicarakan di dalam pertemuan pra konklaf, itu adalah dengan segala macam teknologi yang semakin modern ini, akhirnya yang menjadi korban adalah kemanusiaan,” lanjut Pemimpin Gereja Katolik Jakarta.
“Martabatnya direndahkan, tidak dihormati lagi, itulah salah satu tantangan yang RERUM NOVARUM itukan artinya, hal-hal yang baru. Dulu hal-hal yang baru adalah revolusi industri, sekarang apa ini yang baru ini ke depan? Sangat mengerikan,” sambung Sang Kardinal. (Deon)






