CAHAYASIANG.ID, BITUNG – Proyek pekerjaan jalan Nasional di Kota Bitung menyisahkan kotoran bekas pembongkaran jalan, apalagi proyek tambal sulam ini, aspal sisa pembongkaran hanya dibiarkan kontraktor pelaksana di beberapa sisi jalan, diantaranya depan Kompleks ARU II, depan Kantor PLN Cabang Bitung dan depan Besi Tua Madidir Ure, tak jauh dari tempat pembongkaran di Kelurahan Madidir Ure, Kecamatan Madidir.

Penumpukan sisa aspal ini sangat mencoreng prestasi Pemerintah Kota Bitung yang baru menerima penghargaan Adipura Kencana pada Bulan Februari 2023 lalu. Anehnya lagi, proyek tambal sulam ini sudah selesai pada awal Bulan Juni ini, namun sisa bongkaran aspal tak kunjung dibersihkan, diduga kontraktor pelaksana sengaja mencoreng kebersihan Kota Bitung.


Salah satu warga Kelurahan Madidir Ure, Harnimus mengatakan, sangat menyesalkan pekerjaan jalan yang hanya menambah tumpukan kotoran.
“Ini sangat memiriskan, kami pertanyakan kerja kontraktor, apakah pekerjaan hanya perbaikan jalan, dan sisa bongkaran hanya dibiarkan? Warga Kota Bitung yang nikmati?”ungkapnya, Kamis (22/6/2023).
Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional 15 Sulut, Hendro Satrio.ST.MT.MK, saat di mintai tanggapannya melalui PPK 13, Nixon mengatakan, penyedia jasa segera mengangkat material tersebut.
“Paling lambat besok mereka angkat, karena kendaran yang dipakai sementara dalam perbaikan, besok sudah diangkut,”ujarnya. (Yaps)






