Oleh: Deon Yohanes Wonggo

CAHAYASIANG.ID, OPINI – Persahabatan yang kuat, lahirkan karya-karya yang hebat. ODSK (Olly Dondokambey dan Steven Kandouw) adalah sahabat rakyat, begitulah tulisan Wakil Gubernur Sulawesi Utara selama 2 Periode Steven Octavianus Kandouw pada postingan di Media Sosial nya.
Sosok pendamping Olly Dondokambey tersebut, memang tak luput dari pernyataan kontroversial, Tetapi sebagai mahluk Tuhan sejujurnya kita tidak harus memkapitalisasi atau sesuatu yang di anggap salah dan menyakitkan.
Apalagi dalam bentuk ucapan. Apapun itu? Satu kata, Suka atau Tidak? Pemerintahan Provinsi Sulawesi Utara hingga saat ini, oleh Gubernur Olly Dondokambey dan Steven Kandouw berjalan baik. Diawal Pemerintahan, terjadi lompatan APBD secara berjenjang, Berbagai pembangunan infrastruktur dari Pemerintah Pusat, hingga 300 Hektar Persedian lahan untuk cadangan pangan oleh Universitas Negeri Manado bekerja sama dengan Kantor Staf Presiden, serta berbagai kebijakan lain berkat Lobby Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, khususnya Pak Olly Dondokambey.
Melompat menuju kontestasi Pilkada 2024, Tentu semua kebaikan seorang Olly Dondokambey harus dilanjutkan oleh sosok yang tepat, dimana sosok itu harus bersih dari permasalahan Korupsi (Itu Harus) dan urusan berbau Moralitas (spesifiknya mengenai perselingkuhan dalam artian sebenarnya).
Jika ditanya, Siapa sosok Pengganti Olly Dondokambey? Menurut saya, tak lain adalah Wakil Gubernur Sulawesi Utara saat ini, yaitu Steven Octavianus Kandouw. Sosok Blak-blakan, dengan kemampuan intelektual baik (Kalau tidak punya Track intelektual tak mungkin dipercaya jadi Ketua IKA UI Sulawesi Utara).
Kemudian muncul berbagai pernyataan orang, dengan frame berulang kepada Steven Kandouw, yakni “Pangtowo”? Sebuah diksi bahasa Minahasa tenem (dalam) yang berarti tukang bohong saat masa kampanye Pilpres di Langowan beberapa waktu lalu.
Benar pada saat itu Steven Kandouw memang mengeluarkan pernyataan menyakitkan, bagi pendukung Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Provinsi Sulawesi Utara, dan saya bagian dari Pendukung tersebut.
Dalam tanda kutip, Saya Salah satu pendukung loyal Pak Jokowi di Sulawesi Utara yang ikut mensosialisasikan Mas Gibran, baik secara langsung maupun via platform media sosial.
Tetapi yang mentrigger pikiran saya adalah dimana seorang Steven Octavianus Kandouw berani memberikan pernyataan, permohonan maaf atas ucapan nya di Langowan, Kabupaten Minahasa yang melukai pendukung Prabowo-Gibran di Sulawesi Utara, itu Patut dapat apresiasi dan tak semua orang berani mengakui kesalahan di depan umum.
Banyak orang berdebat masih Make Sense atau tidak? Pilpres 2024, ke Pilkada 2024 karena kemenangan Pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka menyentuh anak presentase 77% di banding rival-rivalnya.
Akhir kata sebagai anak muda, Hal tersebut memang patut di apresiasi dan apa salahnya? kita Generasi Muda yang juga menjadi bagian kecil saksi sejarah mempromosikan sosok Mas Gibran di Bumi Nyiur Melambai memberikan kesempatan bagi Steven Octavianus Kandouw untuk meneruskan berbagai Legacy bapak Olly Dondokambey di Pilgub 2024 mendatang, sekaligus menjaga hubungan baik dengan Presiden Prabowo Subianto, maupun Wakil Presiden Indonesia Gibran Rakabuming Raka di Periode 2024 hingga 2029. Torang Samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan! (***)






