CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengaku, tidak bisa hadir dalam acara puncak Musra Relawan Jokowi, di Istora Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (14/5/2023).

Meskipun tak dapat hadir, Moeldoko memberikan apresiasi kepada para Relawan Jokowi atas digelarnya gMusra selama ini.
Sementara, Moeldoko pun sangat menghargai upaya relawan menghadirkan instrumen demokrasi langsung serta melibatkan partsipasi masyarakat secara luas.
Dalam keterangan tertulisnya, Minggu (14/5/2023), Moeldoko mengatakan, Musra sebagai instrumen demokrasi rakyat terhitung sudah diadakan di setiap provinsi sebayak 29 kali.
“Saya sangat mengapresiasi kegiatan Musra yang dilakukan para relawan Jokowi ini,” sambung Panglima TNI Periode 2013-2015 tersebut.
Selain itu, Moeldoko juga berpesan kepada para relawannya, untuk selalu bersama rakyat dalam membangun jaringan dan program-program kerja organisasi.
Kemudian, Moeldoko memberi himbauan kepada pendukungnya, Relawan Moeldoko harus bersinergi dengan program-program kerja pemerintah untuk membantu masyarakat.
“Relawan juga berhak menentukan capres dan cawapres yang memahami permasalahan bangsa Indonesia,” pesan Peraih Bintang Adhi Makayasa 1981 ini kepada Relawan Moeldoko dimanapun berada.
3.000 Lebih Relawan Moeldoko Turut Hadir Dalam Gelaran Musra
Ketua Aliansi Simpatisan Moeldoko Richard Pesik menjelaskan, Sebanyak 3.000 lebih Relawan Moeldoko turut hadir dalam gelaran Musra memilih secara e-vote Ganjar Pranowo sebagai calon presiden, dan Moeldoko untuk calon wakil presiden.
Sambung Dia, Relawan Moeldoko hadir menggunakan 10 bus, kendaran pribadi, dan motor dari berbagai wilayah d Jabodetabek.
Kemudian, Menurut Richard Pesik, dalam keterangannya, Minggu (14/5/2023), apa yang disampaikan Jokowi untuk kriteria pemimpin nasional haruslah sosok yang dibutuhkan untuk kepentingan negara jelas mengarah kepada Moeldoko.
Ia menyebutkan, Moeldoko amanah dalam menjalankan tugas dan tanggungjawab.
Serta, bagi dirinya, Moeledoko juga cerdas dan pengalaman dalam mengelola potensi negara.
“Maka dari pidato Presiden Jokowi, sangat jelas bahwa pemimpin 2024 harus mampu mengelola potensi dan permasalahan negara, itulah pimimpin yang dibutuhkan,” tegasnya. (Dego)






