Antara lain, survei LSI Denny JA, yang juga diumumkan pada momen yang sama, di awal desember 2023. Prabowo- Gibran sudah diangka yang tinggi sekali. Yaitu 42,9%.
Jaraknya memang sudah jauh sekali dengan Ganjar- Mahfud atau Anies- Muhaimin. Jarak itu sekitar 18% sampai 20%. Juga mirip, elektabilitas Anies dan Ganjar bersaing dalam margin of error.
Ganjar memang mengalami penurunan yang dahsyat karena kesalahan fatal dan elementer dalam memainkan strategi. Dalam permainan catur, ini disebut blunder atau salah langkah.
Hasil yang sama juga nampak di survei Indikator. Posisi pertama tetap Prabowo- Gibran, di angka bahkan sudah melampaui 45%. Juga jarak Prabowo- Gibran dengan dua pasangan lainnya, juga kisaran 18%-20%.
Sama juga hasilnya: pasangan Ganjar dan pasangan Anies bersaing ketat dalam selisih margin of error.
Lalu mengapa datang serangan bertubi- tubi ke Kompas. Ini serangan lima tahun sekali. Sebut saja ini serangan musiman setiap pilpres.
Saya sendiri, LSI Denny JA, sudah mengalami ini sejak pemilu presiden yang pertama : 2004, 2009, 2014, 2019. Dibandingkan semua lembaga survei yang kini aktif, LSI Denny JA satu- satunya yang sudah hadir sejak pilpres 2004.
Setiap lima tahun, survei saya diserang, difitnah, dituduh. Dan setiap lima tahun pula, akurasi survei LSI Denny JA tebukti benar: dua kali SBY menang. Dua kali Jokowi menang.
Semua data soal ini bisa dilihat di Om Google. Jejak digitalnya ada di sana.
LSI Denny JA bahkan lebih jauh lagi, pernah dilaporkan kepada polisi akibat surveinya. Bahkan LSI Denny JA pernah pula disomasi oleh organ partai politik.
Bahkan di tahun 2009, saat itu saya sendiri yang menyatakan pemilu akan langsung satu putaran saja. SBY- Boediono akan kalahkan dua pasangan lain hanya perlu SATU PUTARAN SAJA.
Heboh pun terjadi. Isu ini bahkan muncul dalam...






