Cahayasiang.id-Manado. Manado Grooming Contest (MGC) kembali digelar. Ini tidak lepas dari kontes serupa yang belum lama digelar pada bulan Januari hingga Maret 2023 yang berhasil mencuri perhatian masyarakat, khususnya para penghobi ikan mas koki.
Ferry Soei Loho selaku ketua panitia mengatakan, pelaksanaan kembali MGC part 2 dikarenakan animo masyarakat yang muncul dari kontes sebelumnya. Hal itu terbukti dengan jumlah peserta yang bertambah pada pelaksanaan kontes part 2.

“Sudah 55 orang dari Manado dan sekitarnya yang mendaftar dan mungkin masih akan bertambah karena batas pengambilan ikan dibuka hingga Kamis (23/3). Bahkan ada yang dari Palu (Sulawesi Tengah) dan Makasar yang mau ikut, tapi kami tolak karena kontes masih di tingkat lokal saja,” sebutnya.
Dijelaskan Ferry Loho, perbedaan dengan kontes sebelumnya adalah peserta akan dibagi dalam tiga kategori yakni ikan mas koki dengan ukuran dibawah 10cm, diatas 10cm dan ikan mas koki jenis rancu yang tidak memiliki dorsal atau sirip atas. “Pengkategorian ini juga dimaksudkan untuk mempermudah penilaian,” imbuhnya.
Ditambahkannya, panitia tidak membatasi jumlah ikan yang dipilih peserta, namun bergantung pada ketersediaan stok ikan. Secara teknis dijelaskan pemilik Natsu Goldfish ini, peserta dipersilahkan memilih ikan yang telah disiapkan sesuai kategori. Kemudian ikan yang dipilih dipelihara selama 3 bulan dan secara periodik akan dinilai hingga akhir pelaksanaan kontes yang berlangsung dari 24 Maret hingga 24 Juni mendatang.

“60 persen penilaian adalah pada pertumbuhan panjang ikan, sedangkan 40 persen penilaian adalah pada kepala, sirip dan cara berenang ikan. Penilaian akan dipantau setiap dua minggu lewat video berdurasi 45 detik yang dikirim setiap peserta,” terang Ferry Loho.
Ia menjelaskan, kontes ini tidak membedakan pemula dengan yang sudah senior (berpengalaman, red) karena kontes grooming intinya adalah ketelatenan peserta dalam merawat ikan. “Grooming disini maksudnya ikan yang dirawat atau dipelihara sejak kategori baby fish dan dibesarkan dalam masa pertumbuhannya dengan proses yang tergolong cepat,” bebernya.
Adapun tujuan jangka panjang dari kontes MGC adalah untuk memperbanyak breeder atau peternak ikan mas koki di Manado dan sekitarnya. Menurutnya, ikan ini memilki nilai ekonomis yang cukup tinggi. “Ini adalah peluang bisnis yang bagus karena pasarnya luas, baik dalam maupun luar negeri karena harga jual ikan yang bisa mencapai jutaan rupiah,” sebut Ferry Loho.
Ungkapnya, komunitas ikan mas koki yang sudah ada di Manado ini, akan merancang kontes yang berskala lebih besar dan bergengsi.
Rambo Tjan, pemilik Emperor Koi & Aquatic yang menyediakan tempat pengambilan ikan untuk kontes mengaku senang. Menurutnya, kontes ini juga menjadi ajang silaturahmi para penghobi dan breeder ian mas koki.
“Merasa antusias dengan adanya kontes. Karena ternyata banyak warga Manado dan sekitarnya yang suka dengan ikan mas koki,” sebutnya.
Adryan Supit, salah seorang peserta yang juga ikut dalam MGC 2023 lalu, mengaku merasa termotivasi dengan adanya kontes seperti ini. “Akan lebih baik lagi jika diadakan setiap tahun dengan level kontes yang lebih ditingkatkan,” ujarnya.
Pria yang juga berprofesi sebagai dokter ini mengungkap, dari hanya sekedar hobi, kini ia telah memiliki farm sendiri berlabel Adryan Borja Goldfish (ABG). (tom)





