
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Membangun keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) tidak hanya dilakukan melalui patroli dan penegakan hukum, tetapi juga dengan mempererat hubungan serta membangun kepercayaan bersama masyarakat. Pendekatan tersebut diwujudkan Kapolda Sulawesi Utara melalui kegiatan Subuh Keliling di Masjid Nurul Yaqin, Sario Tumpaan, Kota Manado.
Dalam kegiatan yang berlangsung dalam suasana penuh keakraban tersebut, Kapolda Sulut hadir bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sulawesi Utara. Turut mendampingi Kapolresta Manado Kombes Pol Irham Halid, S.I.K., bersama jajaran PJU Polresta Manado.
Kegiatan ini juga diikuti jamaah Masjid Nurul Yaqin dan Komunitas Subuh Keliling Kota Manado. Hadir pula penceramah Ustaz Fadel Salwi, Lc., Ketua Subuh Keliling Kota Manado H. Kennedi Paputungan, serta Imam Besar Masjid Nurul Yaqin, Maman Manangkalagi.
Melalui kegiatan tersebut, Kapolda Sulut mendorong terbangunnya komunikasi yang lebih terbuka antara kepolisian dan masyarakat. Momentum ini sekaligus menjadi sarana memperkuat kemitraan dalam mengantisipasi berbagai potensi gangguan keamanan di lingkungan masyarakat.
Masyarakat diajak untuk berperan aktif menjaga situasi tetap aman dan kondusif, bukan sekadar menjadi penerima layanan keamanan. Keterlibatan warga dinilai penting karena berbagai persoalan Kamtibmas dapat dicegah sejak dini melalui kepedulian terhadap lingkungan dan komunikasi yang baik dengan aparat kepolisian.
Selain itu, kegiatan ini membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan saran, kritik, maupun masukan terkait pelayanan kepolisian serta persoalan keamanan yang dihadapi di lingkungan tempat tinggal mereka.
Keterbukaan tersebut diharapkan dapat memperkuat kepercayaan publik sekaligus membantu kepolisian memperoleh informasi lebih awal mengenai potensi gangguan keamanan.
Dalam kesempatan itu, masyarakat juga diingatkan untuk memanfaatkan layanan Call Center Polri 110 apabila membutuhkan bantuan kepolisian atau ingin melaporkan kejadian yang berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban.
Pemanfaatan layanan tersebut diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam menyampaikan laporan sehingga potensi gangguan Kamtibmas bisa segera ditindaklanjuti sesuai prosedur yang berlaku.
Kehadiran pimpinan kepolisian di tengah jamaah menjadi bagian dari pendekatan humanis Polri yang mengedepankan kedekatan, keterbukaan, dan pelayanan langsung kepada masyarakat.
Sinergi antara kepolisian, tokoh agama, komunitas, dan warga diharapkan terus diperkuat sebagai fondasi dalam menjaga stabilitas keamanan di Kota Manado.
Melalui Subuh Keliling, pesan yang ingin ditegaskan adalah bahwa keamanan bukan semata-mata tanggung jawab aparat kepolisian, melainkan membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Dengan komunikasi yang terjalin baik, kepedulian terhadap lingkungan, serta kerja sama yang berkelanjutan, upaya mewujudkan Kota Manado yang aman, tertib, dan kondusif diharapkan semakin optimal.(*RS)


