• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Thursday, 30 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Suasana Haru Warnai Wisuda Polimdo Gelombang III Tahun Akademik 2024/2025 Direktur Mareyke Alelo: “Hormatilah Orang Tua, Maka Hidupmu Akan Diberkati”

Suasana Haru Warnai Wisuda Polimdo Gelombang III Tahun Akademik 2024/2025 Direktur Mareyke Alelo: “Hormatilah Orang Tua, Maka Hidupmu Akan Diberkati”

30/10/2025
in Manado
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, MANADO — Suasana penuh haru menyelimuti Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Kamis (30/10/2025), saat Politeknik Negeri Manado (Polimdo) melangsungkan Wisuda Gelombang III Tahun Akademik 2024/2025.

Sebanyak 418 wisudawan resmi dilantik dalam upacara sakral tersebut, terdiri atas 56 lulusan Program Diploma Tiga (Ahli Madya) dan 362 lulusan Program Sarjana Terapan.

Dalam sambutannya, Direktur Polimdo, Dra. Mareyke Alelo, MBA, menyampaikan pesan yang menyentuh hati seluruh hadirin, terutama para wisudawan, tentang pentingnya menghormati dan menaati orang tua.

“Belum lama ini saya bertemu seseorang yang sudah tua di Lapas. Saya bertanya kepadanya, ‘Apa penyesalan terbesar dalam hidupmu?’ Ia menjawab, penyesalannya adalah tidak mendengarkan nasihat orang tua. Ketika saya tanya apa nasihat itu, ia berkata, ‘Saya tidak tahu, karena saya tidak pernah mendengarnya,’” tutur Mareyke dengan nada penuh makna.

Ia mengingatkan bahwa setinggi apa pun pendidikan seseorang, jangan pernah melawan atau meremehkan orang tua.

“Mungkin orang tua kita tidak tamat SD, tapi jangan pernah coba-coba melawan mereka. Dari pengamatan saya, anak-anak yang taat kepada orang tua hidupnya selalu diberkati,” lanjutnya.

Dalam suasana penuh emosi, Mareyke kemudian mengajak seluruh wisudawan untuk berdiri dan menghadap ke arah orang tua masing-masing, memeluk mereka, serta mengucapkan terima kasih.
“Silakan berdiri, temui orang tua kalian, peluk mereka, dan ucapkan terima kasih,” ucapnya yang disambut isak haru di seluruh ruangan.

Ia juga berpesan kepada mereka yang orang tuanya telah tiada untuk tetap menghormati dan mengenang mereka dengan doa.
“Jarang sekali ada anak yang benar-benar berhasil ketika bersikap jahat kepada orang tuanya. Sebaliknya, mereka yang taat dan menghormati orang tua biasanya hidupnya penuh berkat,” ujar Mareyke menegaskan.

Tak hanya untuk para wisudawan, pesan menyentuh juga ditujukan kepada para orang tua.
“Anak-anak akan sukses jika orang tua memilih untuk memberkati dan mendoakan, bukan mengutuk mereka. Kata-kata negatif bisa menjadi kutukan dalam hidup anak. Jadi, ambillah keputusan untuk memberkati dan mendoakan anak-anak agar mereka berhasil,” tutupnya.

Momen tersebut menjadi semakin haru ketika salah satu lulusan, Alfa Androsi, tak kuasa menahan air mata saat memeluk sang ayah.
“Sejujurnya saya malu karena selama ini tidak terlalu dekat dengan papa. Saat hari-hari besar seperti Natal pun jarang saling memberi ucapan. Tapi hari ini saya memberanikan diri untuk memeluk dan mengucapkan terima kasih,” ujarnya dengan suara bergetar.

Alfa mengaku, pelukan itu menjadi kenangan tak terlupakan dalam hidupnya.
“Saat memeluk papa, saya sampaikan, ‘Terima kasih, Pa, atas berkat dan didikan yang membuat saya bisa sarjana, meskipun papa tidak.’ Saya tidak bisa menahan tangis,” katanya dengan mata berkaca-kaca.

Acara wisuda Polimdo Gelombang III ini bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi momen refleksi penuh makna tentang kasih, pengorbanan, dan restu orang tua di balik setiap keberhasilan anak.(*RS)

Post Views: 1,002
Bagikan ini :
Previous Post

Rektor Unima Diduga Jiplak Tulisan Dosen Lain, Plagiasi di Dunia Akademik, Terbukti di PTUN

Next Post

Wabup Vanda Sarundajang Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan kepada Finalis Waraney dan Wulan Minahasa 2025

Next Post

Wabup Vanda Sarundajang Tekankan Pentingnya Empat Pilar Kebangsaan kepada Finalis Waraney dan Wulan Minahasa 2025

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In