
CAHAYASIANG.ID, Sulut – Kadis Kominfo Pemprov Sulut Steven Liow mengatakan, Sejak awal James tidak pernah berjuang Untuk kesejahteraan Wartawan, dimana beliau kelihatan sok tahu tentang tata kelola kerja sama media, salah satu contoh ketika James Tuuk Lapor, bahwa kami bayar jasa influencer melalui dana kominfo ternyata tidak terbukti, mengapa karena james Tuuk, gagal paham dengan mata Anggaran Dikominfo ditulis bayar konten, namun justru dari mata anggaran kominfo membayar kerjasama media.
“Apa yang dikatakan James Tuuk Adalah Pembohongan Besar,” kata Kadis Kominfo Sulut Steven Liow, Jumat (13/6/2025).
Ia menyampaikan, Jangan cepat menuding atau menghakimi orang, contoh anda pejuang Pertambangan Rakyat, lalu tuding anda anggota dewan yang ikut serta membela rakyat masuk kawasan hutan lindung bogani, sehingga sawah kering pada musim panas dan banjir longsor pada saat hujan, Apakah anda tidak akan marah dan kecewa dapat Tudingan sepert itu? Perusak lingkungan dan Koruptor itu Extra Ordinary penanganannya, sama jadi Bung james Ini hanya masalah waktu dan anda jangan lupa. kita Pe Istri satu kampung deng anda di Mogoyungggung jadi jangan sok tahu, dan sok pahlawan saya juga tahu siapa anda di hadapan Bapak Ollly Dondokambey bersama Steven Kandouw, dan yang membedakan saya dengan anda adalah Ambivalent artinya tidak ada kesetiaan yang mendua hati.
“Disetiap karir saya sebagai birokrat, kami tidak diajar mengkhianati atasan, Kami Loyal dan setia sekalipun kami memiliki hubungan darah. Jadi jaga hati dan jaga keseimbangan berelasi dengan orang lain, Anda harus tahu deteksi korupsi itu kelihatan pada saat perencanaan, dan anda salah satu yang menyetujui karena anggaran kominfo ini dibahas san disetujui oleh DPRD,” bebernya.
Dirinya menambahkan, ditetapkan lewat perda. Kedua diperiksa oleh inspektorat selam 3 kali setahun, dan di Periksa BPK RI, Jadi hormati auditor, kita juga dikawal oleh APIP, Dan tata kelola jelas sampai hari ini tidak ada Prosedur yang dilanggar karena sesuai regulasi, apabila ada pelanggaran kami pasti akan mendapat catatan dari inspektorat dan BPK.
“Bung James Tuuk perlu ketahui tahun 2023 kominfo Tanpa catatan, nanti pemeriksaan Tahun 2024 ada catatan buat payung hukum agar tata kelola media dapat dikualifikasikan, termasuk terintegrasi didewan pers, baik adminitratif dan Faktual,” ungkapnya.
Setelah itu, Dia menuturkan, Maka kami harus patuh dalam waktu 60 Hari harus tuntas Pergub ini, anda jangan asal bunyi silahkan polda periksa, kita kominfo siap diperiksa dokumen semua telah diserahkan. Tapi jangan pakai cara arogansi, anda menekan kami segala lini.
“Bung james harus ingat 117 Pegawai kominfo tahu anda, dan anda harus tahu bahwa Bendahara jatuh sakit sulit kekantor karena tekanan begitu juga dengan yang lain, staf kami jadi kendor, karena masalah ini, bahkan resiko pekerjaan ini seolah-olah tidak ada pendampingan, ini tragis bagi kami, Coba lihat pemimpin kami dapat segudang prestasi yang harus diekspos, termasuk 11 Tahun WTP dan di dua tahun terakhir ini dengan jasa media yang baik, Torang disulut tetap tukun dan damai, pemilu dan pilkada sukses, artinya banyak yang terkait termasuk forkompinda dan DPRD Sulut, tapi SKPD dan seluruh Pejabat dipemprov ikut serta sukses kawal roda pemerintahan, Pembangunan dan sosial kemasyarakatan dengan baik dan sampai hari ini terjaga rukun dan damai. Termasuk alih pemerintahan kita baik Bung James, anda mungkin lupa Sambutan Pak Olly dan Pak Steven Kandouw seluruh Fraksi PDIP Wajib dukung kepemipinan YSK – VICTORY, artinya anda harus belajar lebih santun san jauh dari arogan, sama halnya dengan Bapak Adolf Sondakh dan Freddy Sualang beralih kepemimpinan Sarundajang dan Kansil, Semua baik-baik saja. Karena para tokoh disini memberi Teladan,” jelasnya panjang lebar.
Mantan Plt Bupati Minsel ini kemudian bercerita, Saya Zaman Pak Mangindaan alih Pemerintahan melalui proses politik berjalan dengan baik. Karena Torang Samua Basudara, Torang hidup memanusiakan manusia, dan torang diajarkan balas kejahatan dengan Kebaikan.
“Jadi Hentikan arogansi anda Bung James Tuuk, Bawa sulut ini cinta damai jangan gaya politik Tarkam. Dan ingat Sulut itu Rukun dan damai barometer Toleransi, Tingkat kepercayaan Masyarakat ke Pemerintah tinggi siapapun dia, dari level bawah sampai diatas saya tahu, karena saya mantan camat, jadi hentikan gaya seperti ini. Kami tidak pernah takut dengan ancaman anda, apalagi dalam pemeriksaan secara terinci dari 103 media tidak ada kerugian negara dan transfer langsung direkening Perusahaan. Tidak pernah ke rekening pribadi, atau kami tidak pernah membayar jasa media sosial. Semoga TUHAN Memberkati,” pesannya. (*/red)






