CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresiden Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn) Moeldoko mengundang anak muda Indonesia buat mengikuti Sekolah Staf Presiden (SSP) Angkatan II.

Undangan terbuka tersebut, disampaikannya waktu meresmikan peluncuran SSP Angkatan II, di Museum Kebangkitan Nasional Jakarta, Senin (22/3/2023).
Lulusan terbaik Akmil 1981 dari kecabangan Infateri itu memastikan, Melalui Sekolah Staf Presiden, anak-anak muda Indonesia akan mendapatkan pengalaman tentang bagaimana sulitnya mengelola negara.
Ia menambahkan, peserta akan bekerja dan terlibat langsung dengan para Tenaga Ahli di Kantor Staf Presiden, dalam memecahkan berbagai persoalan pada pelaksanaan isu strategis dan program prioritas Presiden.
“Jadi saya undang talenta-talenta unggul Indonesia untuk mendaftar dan berkompetisi secara fair memperebutkan kesempatan yang langka ini,” kata Panglima TNI Periode 2013-2015 ini dalam keterangan tertulis, Selasa (23/5/2023).
Moeldoko menegaskan, anak-anak muda Indonesia harus mulai mempersiapkan diri untuk menjadi pemimpin bangsa.
“Salah satunya dengan memahami berbagai persoalan negara. Terlebih, saat ini Indonesia menghadapi banyak tantangan baik di lingkungan global maupun lokal,” ujarnya.
Moeldoko mengurai sejumlah hal, yakni Bagaimana pemerintah menghadapi persoalan geopolitik global? Bagaimana pemerintah bekerja keras melakukan transformasi ekonomi hijau dan lainnya?
Semua ini sangat kompleks.
“Nah, anak muda harus paham soal ini. Jangan sampai road map yang disiapkan Pak Jokowi untuk mewujudkan Indonesia Maju menjadi sia-sia,” pesan Moeldoko.
Sekolah Staf Presiden, pertama kali berlangsung Juli tahun 2022. Mengingat saat itu masih belum lepas dari pandemi COVID-19.
Peserta juga dibatasi untuk pendaftar dari wilayah sekitar Ibu Kota. Namun, Tak kurang dari 60 ribu pendaftar diseleksi hingga menghasilkan 35 peserta.
Pada Tahun ini, Sekolah Staf Presiden Angkatan II kembali dibuka dengan memberi kesempatan bagi pemuda dari seluruh wilayah Indonesia.
Kali ini, pelaksanaannya, Kantor Staf Presiden bekerja sama dengan Pertamina. (*Dego)






