CAHAYASIANG.ID // Jakarta – Direktur Pusat Studi Islam dan Demokrasi Nazar EL Mahfudzi menyoroti, Pidato Politik Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). Jumat (17/3/2023).
Menurutnya, Hal tersebut Bukti Oligarki Cikeas Ingin Berkuasa, Pertumbuhan Ekonomi Pasca Covid-19 dan Pembangunan Infrastruktur Jokowi Lebih Dipercaya Masyarakat.
Ketua Umum Partai Demokrat, AHY menyampaikan pidato politik mengenai posisi partai tersebut terhadap sejumlah isu.
Mulai dari utang pemerintah yang terus melonjak hingga mengkritik program pemerintah terkait food estate, di lapangan Tenis Indoor, Senayan, Jakarta, Selasa (14/3).
Hal ini, mempertegas posisi dan sikap politik dalam memberikan dukungan kepada Anies Baswedan sebagai kandidat presiden, mengambil celah simpatik pendukung oposisi pemerintah untuk mendapatkan peluang menjadi kandidat wakil presiden.
Namun, sikap politik Partai Demokrat tersebut menurut saya justru menjadi antitesis massa pendukung Nasdem dalam koalisi pemerintahan Jokowi, dimana pada Februari juga Surya Paloh mengadakan pertemuan dengan Golkar, menegaskan masih sejalan dengan pemerintahan Joko Widodo-Ma’ruf Amin.
“Keberadaan Partai NasDem sampai saat ini masih bagian yang tidak terlepaskan dari maju mundurnya jalan administrasi pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden Jokowi dan Maruf Amin,” kata Surya Paloh seusai pertemuan dengan Golkar, Rabu, (1/2).
Pernyataan Surya sepertinya menegaskan elektabilitas Partai NasDem merosot setelah mendukung Anies Baswedan.
Karena isu-isu yang tidak sejalan dengan loyalis dan sukarelawan Anies Baswedan.
Sementara itu, AHY malah mengkritik program pemerintah untuk menaikkan elektabilitas partainya.
Jadi, bukan untuk menaikkan elektabilitas Anies Baswedan, bahkan tidak sejalan dengan konsensus NasDem yang secara administratif mendukung program Pemerintah Jokowi.
Sikap NasDem mencalonkan Anies Baswedan berkoalisi dengan Partai Demokrat dan PKS sepertinya tidak bisa serta merta menguntungkan elektabilitas Partai Demokrat.
Sosok Anies Basewadan menjadi gamang dalam menentukan sikap politik, apakah membuat frame keberhasilan Pemerintahan Jokowi untuk dijadikan kampanye dan sikap politik NasDem, atau mengikuti sikap politik Demokrat yang mengkrtik program-program pemerintah.
Kalau pasangan Anies dan AHY diusung oleh NasDem, Demokrat dan PKS, seharusnya didahului oleh pandangan politik Anies Baswedan yang juga menjadi pandangan Surya Paloh.
Yakni, mendukung seluruh program-program Pemerintahan Jokowi untuk disampaikan kepada masyarakat.
Dengan demikian, terjadi chemistry Anies dan AHY yang sejalan keberlanjutan restorasi Nawacita.
NasDem dalam hal ini, tentu masih punya pilihan lain, yakni bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB).
Koalisi ini, terdiri atas Partai Golkar, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
KIB memiliki kesamaan visi dan misi koalisi pemerintahan bersama Gerindra, PKB dan PDIP, jika nantinya bermuara terjadi dua putaran kandidat capres dan cawapres di Pemilu 2024. (Deon)





