
CAHAYASIANG.ID, Manado – Ketua Presidium (Kapres) PMKRI Manado Sanctus Thomas Aquinas periode 2023 hingga 2025, Agnes Laratmase, S.I.K. memberikan kritikan keras terhadap sikap kumpulan ormas adat Minahasa pada aksi massa aliansi mahasiswa Sulawesi Utara, di DPRD Sulut, Senin (1/9) kemarin.
Wanita Progresif tersebut kepada CSid, Selasa (2/9/) malam ini, menguraikan Tugas Ormas Adat Minahasa kurang lebih ada lima; Pertama Pelestarian Budaya, Kedua Keamanan dan Ketertiban, Ketiga Kerjasama dengan Pemerintah bersama TNI/Polri, Keempat Memupuk Rasa Cinta Tanah Air, Kelima Membangun Solidaritas Sosial.
“Khususnya Keamanan, maupun ketertiban masyarakat utamanya adalah tugas Polisi guna menegakkan hukum, memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada masyarakat. Ormas itu sifatnya Join Venture semata bukan seperti Watch Dog bagi para Politisi di DPRD Sulut,” pesan Srikandi Cerdas itu.
Setelah itu, Ia mengingatkan, Kerjasama dengan Pemerintah dan TNI/Polri urusan personal tiap ormas, tidak masalah.
“Masalahnya, Otak yang membenturkan Ormas bersama Aliansi Mahasiswa, justru tidak punya hati nurani. Membenturkan sesama rakyat, tepatnya organisasi kemahasiswaan bersama lembaga advokasi hukum bagi masyarakat kecil, adalah merusak bangunan solidaritas sosial bermasyarakat,” ucap Agnes.
“Jelih lah dalam melihat realitas sekarang, korban jiwa jatuh, generasi muda ditangkap, dipukuli semena-mena. Ingat? masalah HAM, PBB saja sudah bersuara lantang ke Pemerintah Pusat itu warning. Tugas Ormas, Check and Balance, bukan jadi tameng penuh kekuasaan, apalagi sudah mengintimidasi atau cenderung menindas. Pro Ecclesia et Patria,” ujarnya kesal. (red)





