CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko menerima audiensi Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) di Bina Graha Kantor Staf Presiden.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Periode 2013-2015 mengatakan, Kantor Staf Presiden akan ikut mendorong sagu sebagai bahan pangan alternatif, dengan berkoordinasi bersama kementerian terkait.
“Soal diversifikasi pangan ini menjadi perhatian serius Presiden (Jokowi), dalam menghadapi isu pangan,” kata Moeldoko, sesuai keterangannya, Jumat (6/10/2023).
KSAD Periode 2013 tersebut mengatakan, MASSI pun dikerahkan oleh untuk menyusun strategi pengembangan sagu di Indonesia.
“Salah satunya dengan pemetaan wilayah-wilayah potensial sebagai penghasil sagu,” sambung Moeldoko.
Lulusan terbaik Akademi Militer 1981 kecabangan infanteri ini mengharapakan, Pengembangan ekosistem sagu akan lebih efektif dan fokus dalam mengatasi tantangan krisis pangan.
PEMERINTAH DIMINTA SERIUS MENGGARAP SAGU SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF
Ketua MASSI Prof Mochammad Bintoro mengatakan, sagu sebenarnya semakin menarik untuk dikulik.
Menurutnya, Tak hanya dapat diandalkan untuk menopang ketahanan pangan, tapi juga untuk menumbuhkan ekonomi wilayah dan nasional.
“Pengembangan produk olahan sagu yang beragam dan inovatif akan menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja baru,” ujar Prof Mochammad Bintoro.
Dia meminta, Pemerintah lebih serius dalam menggarap sagu sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras.
Selanjutnya, Ia menuturkan, Pengembangan sagu di beberapa wilayah, masih mengalami hambatan di sisi hulu.
Kemudian Ketua MASSI membeberkan permasalahannya, Sebab banyak pihak, termasuk para pemangku kepentingan di daerah, belum memahami potensi sagu.
“Kalau mereka (pemerintah daerah) ditugaskan untuk mengembangkan sagu di wilayahnya, saya yakin sagu bisa berperan besar untuk kedaulatan pangan,” jelasnya. (*)
#diversifikasipangan
#masyarakatsagu
#moeldoko
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko menerima audiensi Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) di Bina Graha Kantor Staf Presiden.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Periode 2013-2015 mengatakan, Kantor Staf Presiden akan ikut mendorong sagu sebagai bahan pangan alternatif, dengan berkoordinasi bersama kementerian terkait.
“Soal diversifikasi pangan ini menjadi perhatian serius Presiden (Jokowi), dalam menghadapi isu pangan,” kata Moeldoko, sesuai keterangannya, Jumat (6/10/2023).
KSAD Periode 2013 tersebut mengatakan, MASSI pun dikerahkan oleh untuk menyusun strategi pengembangan sagu di Indonesia.
“Salah satunya dengan pemetaan wilayah-wilayah potensial sebagai penghasil sagu,” sambung Moeldoko.
Lulusan terbaik Akademi Militer 1981 kecabangan infanteri ini mengharapakan, Pengembangan ekosistem sagu akan lebih efektif dan fokus dalam mengatasi tantangan krisis pangan.
PEMERINTAH DIMINTA SERIUS MENGGARAP SAGU SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF
Ketua MASSI Prof Mochammad Bintoro mengatakan, sagu sebenarnya semakin menarik untuk dikulik.
Menurutnya, Tak hanya dapat diandalkan untuk menopang ketahanan pangan, tapi juga untuk menumbuhkan ekonomi wilayah dan nasional.
“Pengembangan produk olahan sagu yang beragam dan inovatif akan menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja baru,” ujar Prof Mochammad Bintoro.
Dia meminta, Pemerintah lebih serius dalam menggarap sagu sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras.
Selanjutnya, Ia menuturkan, Pengembangan sagu di beberapa wilayah, masih mengalami hambatan di sisi hulu.
Kemudian Ketua MASSI membeberkan permasalahannya, Sebab banyak pihak, termasuk para pemangku kepentingan di daerah, belum memahami potensi sagu.
“Kalau mereka (pemerintah daerah) ditugaskan untuk mengembangkan sagu di wilayahnya, saya yakin sagu bisa berperan besar untuk kedaulatan pangan,” jelasnya. (*)
#diversifikasipangan
#masyarakatsagu
#moeldoko
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko menerima audiensi Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) di Bina Graha Kantor Staf Presiden.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Periode 2013-2015 mengatakan, Kantor Staf Presiden akan ikut mendorong sagu sebagai bahan pangan alternatif, dengan berkoordinasi bersama kementerian terkait.
“Soal diversifikasi pangan ini menjadi perhatian serius Presiden (Jokowi), dalam menghadapi isu pangan,” kata Moeldoko, sesuai keterangannya, Jumat (6/10/2023).
KSAD Periode 2013 tersebut mengatakan, MASSI pun dikerahkan oleh untuk menyusun strategi pengembangan sagu di Indonesia.
“Salah satunya dengan pemetaan wilayah-wilayah potensial sebagai penghasil sagu,” sambung Moeldoko.
Lulusan terbaik Akademi Militer 1981 kecabangan infanteri ini mengharapakan, Pengembangan ekosistem sagu akan lebih efektif dan fokus dalam mengatasi tantangan krisis pangan.
PEMERINTAH DIMINTA SERIUS MENGGARAP SAGU SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF
Ketua MASSI Prof Mochammad Bintoro mengatakan, sagu sebenarnya semakin menarik untuk dikulik.
Menurutnya, Tak hanya dapat diandalkan untuk menopang ketahanan pangan, tapi juga untuk menumbuhkan ekonomi wilayah dan nasional.
“Pengembangan produk olahan sagu yang beragam dan inovatif akan menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja baru,” ujar Prof Mochammad Bintoro.
Dia meminta, Pemerintah lebih serius dalam menggarap sagu sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras.
Selanjutnya, Ia menuturkan, Pengembangan sagu di beberapa wilayah, masih mengalami hambatan di sisi hulu.
Kemudian Ketua MASSI membeberkan permasalahannya, Sebab banyak pihak, termasuk para pemangku kepentingan di daerah, belum memahami potensi sagu.
“Kalau mereka (pemerintah daerah) ditugaskan untuk mengembangkan sagu di wilayahnya, saya yakin sagu bisa berperan besar untuk kedaulatan pangan,” jelasnya. (*)
#diversifikasipangan
#masyarakatsagu
#moeldoko
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Kepala Staf Kepresidenan Jenderal TNI (Purnawirawan) Moeldoko menerima audiensi Masyarakat Sagu Indonesia (MASSI) di Bina Graha Kantor Staf Presiden.

Dalam kesempatan itu, Panglima TNI Periode 2013-2015 mengatakan, Kantor Staf Presiden akan ikut mendorong sagu sebagai bahan pangan alternatif, dengan berkoordinasi bersama kementerian terkait.
“Soal diversifikasi pangan ini menjadi perhatian serius Presiden (Jokowi), dalam menghadapi isu pangan,” kata Moeldoko, sesuai keterangannya, Jumat (6/10/2023).
KSAD Periode 2013 tersebut mengatakan, MASSI pun dikerahkan oleh untuk menyusun strategi pengembangan sagu di Indonesia.
“Salah satunya dengan pemetaan wilayah-wilayah potensial sebagai penghasil sagu,” sambung Moeldoko.
Lulusan terbaik Akademi Militer 1981 kecabangan infanteri ini mengharapakan, Pengembangan ekosistem sagu akan lebih efektif dan fokus dalam mengatasi tantangan krisis pangan.
PEMERINTAH DIMINTA SERIUS MENGGARAP SAGU SEBAGAI PANGAN ALTERNATIF
Ketua MASSI Prof Mochammad Bintoro mengatakan, sagu sebenarnya semakin menarik untuk dikulik.
Menurutnya, Tak hanya dapat diandalkan untuk menopang ketahanan pangan, tapi juga untuk menumbuhkan ekonomi wilayah dan nasional.
“Pengembangan produk olahan sagu yang beragam dan inovatif akan menjadi sumber pendapatan dan lapangan kerja baru,” ujar Prof Mochammad Bintoro.
Dia meminta, Pemerintah lebih serius dalam menggarap sagu sebagai bahan pangan alternatif pengganti beras.
Selanjutnya, Ia menuturkan, Pengembangan sagu di beberapa wilayah, masih mengalami hambatan di sisi hulu.
Kemudian Ketua MASSI membeberkan permasalahannya, Sebab banyak pihak, termasuk para pemangku kepentingan di daerah, belum memahami potensi sagu.
“Kalau mereka (pemerintah daerah) ditugaskan untuk mengembangkan sagu di wilayahnya, saya yakin sagu bisa berperan besar untuk kedaulatan pangan,” jelasnya. (*)






