
CAHAYASIANG.ID, MANADO — Pelaporan penggunaan keuangan merupakan tuntutan dan kewajiban yang harus dilakukan secara berkala dan trasnparan, sekolah merupakan salah satu instansi resmi yang diberikan hak untuk mengolah secara langsung dana yang masuk baik dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS) maupun Dana Peran Serta Masyarakat (DPSM)
SMAN 9 Manado Merupakan sekolah besar dengan peserta didik yang cukup banyak berdampak juaga pada penerimaan dana serta pengelolaan keuangan yang cukup besar, Hendra Jonna Massie, S.Pd., M.M., selaku Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Manado, dalam kesempatan rapat bersama orangtua dan wali murid memaparkan jumlah penerimaan DPSM dan BOS SMA Negeri 9 Manado tahun 2026 periode bulan Januari hingga bulan Juni 2026 yang telah diperiksa oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
“Berikut rincian realisasi penerimaan dana periode Januari – Juni 2026:
Dana Peran Serta Masyarakat (DPSM): Rp 841.759.015. Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS): Rp 1.467.899.286″jelasnya.
Dalam kesempatan itu juga Hendra Massie memberikan keleluasaan kepada semua orangtua dan wali murid jika ingin mengetahui lebih rinci silahkan menghubungi tata usaha dan dapat mengambil hard copynya.
“Silahkan bagi orangtua dan wakil murid yang ingin mengetahui secara detail laporan pertanggungjawaban ini saya persilahkan untuk menghubungi bagian tata usaha untuk mengambil hard copynya secara gratis” ujarnya.
Kepala Sekolah SMA Negeri 9 Manado, Hendra Jonna Massie, S.Pd., M.M., dalam kesempatan itu juga meminta peran orangtua dan wali murid untuk lebih proaktif menyiapkan anak-anak dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Bapak/ibu TKA ini sangantlah penting bukan hanya untuk siswa tapi juga untuk sekolah serta dinas pendidikan dan pemerintah provinsi, sebab jika anak-anak bapak/ibu sudah terdaftar dan tidak mengikutinya maka akan mempengaruhi angka dan bilangan pembaginya sehingga akan sangat berpengaruh secara keseluruhan” ujarnya.
Hendra juga mengeluarkan himbauan tegas kepada para orangtua dan wali murid agar berperan aktif dalam mengawasi serta membimbing anak-anak mereka sebagai langkah preventif terhadap potensi keterlibatan siswa dalam aksi kriminal.
“Saya sekalu kepala sekolah meminta peran aktif dari semua orangtua dan wakil murid untuk dapat membantu kami pihak sekolah dalam pengawasan siswa-siswi pada saat berangkat dari rumah kesekolah dan ketika pulang sekolah guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan kita bersama, Sekolah memiliki keterbatasan, orang tua juga memiliki keterbatasan. Maka, saya juga meminta peran aktif masyarakat untuk dapat mengawasi. Apabila nanti saya temukan ada anak-anak SMA Negeri 9 Manado yang terlibat, maka saya akan segera jemput dan langsung saya kembalikan ke orang tua” ujar Hendra dengan tegas.
“Langkah ini saya diambil demi menjaga keamanan siswa agar tidak terprovokasi atau terlibat dalam aksi-aksi kriminal yang dapat merugikan diri sendiri, orang tua, maupun nama baik sekolah” tutupnya.
(*Ezra.T)



