
CAHAYASIANG.ID, SULUT – Pemilihan Kepala Daerah tinggal menghitung hari. Momen Pilkada inilah Rakyat harus tahu jelas siapa pemimpin yang paling pantas dan layak memimpin Sulawesi Utara. Hal ini disampaikan oleh Dosen Universitas Manado (UNIMA) Delbert Mongan, SH, M.H.
“Dalam memilih Pemimpin sudah pasti tidaklah mudah. Terbukti rakyat bisa salah memilih karena tidak kenal lebih jauh pemimpin mereka, karena banyak yang disinformatif. Media sosial membajak kebenaran dengan akun-akun Palsu bahkan kecenderungan Berita bohong beredar di Media Sosial. Maka sudah seharusnya rakyat mencari tahu lebih dalam motif maupun hasrat dalam pencalonan yang bersangkutan untuk mencalonkan dalam kontestasi Pilkada. ” Ujar Mongan, Minggu, (10/11/2024).
Hal senada dikatakan Brayen Rumengan Pimpinan Jaringan Anak Milenial Minahasa Hebat. Menurut Brayen, benar saat ini sangat sulit mengenal Calon dalam kontestasi Pilkada Sulut.
“Namun bagi saya sebagai anak Minahasa, bangga punya calon seperti Steven Kandouw dan Denny Tuejeh Sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur.” Ujar Brayen.
Lanjut Brayen, dari Latar belakang studi saja, ketika zamannya Steven Kandouw lulus dan bisa masuk Universitas Indonesia (UI) itu tidaklah Mudah. Karena menurut Orang tua saya, lulus di UI apalagi Putra Minahasa hanya pelajar berprestasi yang dapat kuliah disana karena benar sulit baik kurikulum belajar dan bisa bahasa inggris aktif. Hal ini tidaklah.
“Selain itu, karir politik Steven Kandouw juga sebagai Anggota Dewan dan Ketua DPRD SULUT merupakan prestasi Gemilang sebelum menjadi Wakil Gubernur Sulut dua periode.” bebernya.
Hal yang sama disampaikan Zefanya Lintuuran. Menurutnya, tantangan pemimpin dalam memimpin Sulut adalah membangun Keluarga.
“Dalam debat terbuka saja, ancaman perceraian tinggi dan pernikahan dini meningkat. Karena dibeberapa tempat Generasi Muda kehilangan Figur Pemimpin. Begitu juga masalah perselingkuhan yang sudah dianggap biasa” ucap Zefanya.
Menurut Zefanya, SK-DT telah membangun citra diri yang baik. Hal ini terlihat dari istri dan anak anak mereka dimana dari latar belakang studi, karir luar biasa begitu juga Pak Denny Tuejeh Pelajar Tondano yang lulus Akademi Militer mulai berkarir tanpa cacat sampai bisa dapat Bintang 3.
“Ini Luar Biasa. Beliau putra terbaik di zamannya dan tersukses di militer. Jauh dari konflik keluarga. Panutan para TNI KODAM XII/MERDEKA. Jadi bagi saya semoga mereka mampu melahirkan Generasi Muda berprestasi dan panutan serta teladan membangun keluarga.” harapnya.
Ditempat terpisah, Alfira Mokodompit saat diwawancarai mengatakan sebagai Generasi Muslim, ia melihat kedua sosok ini sangat toleran dan dekat dengan Tokoh Agama.
“Hal ini saya lihat pada saat Lebaran. Seluruh Tokoh Muslim fan Agama dekat dengan Pak Steven Kandouw. Saat safari Ramadhan di Kotamobagu beliau berkunjung pada keluarga yang muslim penuh kehangatan. Begitu juga dengan Pak Denny Tuejeh sangat baik sekali karena suka berbagi pada anggota TNI saat lebaran.” bebernya.
Alfiran menambahkan, di Kantor juga tidak pernah tekan-tekan bawahan, apalagi intimidasi rakyat.
“Jadi mereka pasangan serasi dalam kepemimpinan dan mereka sangat selaras dengan rakyat. Karena mereka dapat jabatan hasil Prestasi dari sekolah dari kinerja dan bukan dari pemberian atasan untuk kepentingan tertentu Mereka bebas dan bersahaja serta kelihatan dalam ketulusan. Mereka Jauh Dari issue miring apalagi skandal hidup” Pungkasnya.
Terakhir, datang dari Tokoh Masyarakat Yan Ratulangie. Ia mengungkapkan lima kriteria SK-DT layak memimpin Sulawesi Utara.
“1. Takut akan TUHAN. Mereka aktif di pelayanan Gereja.
- Mereka berprestasi sejak studi dari Sekolah sampai Universitas/Akademi.
- Sukses membangun Keluarga. Bahkan Istri dan anak-anak sukses dalam studi dan Pekerjaan.
- Karir mereka sukses karena mereka teruji baik kepada pimpinannya maupun kepada bawahannya. Dihormati dan disegani karena mereka terlahir dalam kebanggaan.
- Kesungguhan dan Tekad membawa sulut dalam kemajuan dan kemandirian untuk Mewujudkan Sulut maju dan Sejahtera melalui berbagai transformasi kebijakan sangat terlihat dalam Visi Misi SK-DT Dalam 5 Tahun Kedepan.” ujar Yan Ratulangie. (*Red)





