Pria berporesi advokat tersebut mengatakan, Tunjukkan, dan jika tidak ada berarti apa yang anda katakan itu hoax dan fitnah! Demikian pula soal tarung internal kepengurusan Partai Demokrat, meskipun Ketua Umum Partai Demokrat hasil KLB itu, KSP.
“Namun itu, bukan berarti atas perintah Presiden Jokowi. Anda terlalu mengada-ada, karena kami sudah ribuan kali menjelaskannya secara terbuka melalui berbagai media, mulai media yang level daerah hingga pusat (Nasional),” semprot SHE.
Ia menambahkan, Dan semua media itu dengan senang hati terus menerus mengekspos pemberitaan opini kami, karena mereka faham dan mengerti bagaimana sesungguhnya rusaknya Partai Demokrat dibawah kepemimpinan AHY!
“Teman-teman media itu, sebagaimana saya, merupakan bagian dari rakyat yang melek hukum dan politik, yang nuraninya terusik, karena negara telah menggelontorkan dana triliunan rupiah untuk mendanai Partai Politik, namun Partai Politik dalam hal ini Partai Demokrat, kok begitu mudahnya dikangakangi oleh Trio Cikeas yang berkuasa tanpa batas!,” curhat SHE.
Dirinya Menggarisbawahi, Pendidikan Politik untuk rakyat, penjaring dan penyuara aspirasi rakyat, pencetak kader-kader politisi unggul untuk dipersiapkan menjadi pejabat, anggota dewan dan lain-lain. Tidak berfungsi sama sekali di Partai Demokrat pimpinan AHY, yang seharusnya menjadi sarana untuk tugas-tugas kepartaian itu.
“Tidak pernah rasanya Partai Demokrat itu mengeluarkan pernyataan-pernyataan, atau ide-ide yang brilian, bagaimana rakyat ini semakin maju pesat perekonomian, pendidikan, kesehatannya dan lain-lain. Yang ada hanya selalu kabar soal hasrat nafsu bejat AHY yang memaksakan diri dan dipaksakan oleh ayahnya untuk menjadi Capres/Cawapres RI!,” singgung SHE.
Kembali Dirinya menegaskan, Saya katakan itu nafsu bejat, karena sangat tidak logis, politisi pemula, belum pernah jadi pejabat tingkat kecamatan, kabupaten atau provinsi apalagi tingkat pusat (Kepresidenan), sudah kepedean mau Nyapres!
“Ini pembodohan bagi rakyat yang sedang bangkit perekonomiannya, setelah 10 tahun menderita di bawah kepemimpinan SBY yang hanya jago merilis album lagu!,” lanjutnya.
ADU DOMBA??? SBY ITU KARTU MATI DI HATI BU MEGAWATI
SHE pun menimpali Surat DI yang ditujukan pada Ibu Megawati itu, Bagi kami tak lain hanyalah bentuk usaha adu domba antara Ibu Megawati, Pak Jokowi dan Pak Moeldoko.
“Ya adu domba, karena mungkin SBY sudah melihat kemenangan Capres 2024 Mas Ganjar Pranowo sudah ada di depan mata,” urai SHE membeberkan kelicikan Klan Cikeas.
SHE kemudian berpandangan, Ketika nantinya Bu Mega, Pak Jokowi dan Pak Moeldoko sudah sama-sama kompak bersuara, menggebrak panggung-panggung kampanye politik di seluruh pelosok Nusantara, maka kemenangan bagi Capres Mas Ganjar Pranowo sudah sangat jelas hitungannya.
“Ingat, PDIP itu memiliki banyak stok figur politisi yang handal dan suaranya sangat didengar rakyat. Ada Bu Mega, Pak Jokowi, Mas Ganjar, Ko Ahok, Ibu Risma, Mas Gibran dan lain-lain. Lah Partai Demokrat pimpinan AHY figur mana yang bisa didengar oleh rakyat? AHY? Ibas? Andi Arief? Denny Indrayana?,” tutur Dia.
Dengan keras SHE menyundul, Waaah…rakyat mana yang mau mendengar suara orang-orang ini? Yang ada malah rakyat akan tertawa. Maka, Stop adu domba Bu Megawati, Pak Jokowi dan Pak Moeldoko! DI rupanya sangat ketakutan diciduk Polisi, mulailah DI meminta dukungan pada Ibu Megawati.
“Namun DI rupanya juga lupa, SBY itu kartu mati di hati Bu Megawati. Jiwa pembohongnya SBY tak kan pernah terlupakan dalam sejarah perjuangan Bu Megawati yang berpeluh keringat dan air mata! Catat itu!,” pesan SHE (Dego)






