CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Baru-baru beredar luas video Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko yang terlihat melakukan sholat di kereta api.

Sementara, dalam video yang beredar menunjukan Moeldoko juga terlihat melakukan tayamum terlebih dahulu.
Awalnya video diposting akun tiktok @kanjengsolo, kemudian posting kembali oleh akun Twitter alias X @ferizandra akhirnya memantik reaksi publik.
Media cahayasiang.id memantau, Rabu (30/8/2023) Akun @ferizandra bertanya mengenai tayamum yang dilakukan Moeldoko, berikut postingannya di Twitter sehingga ramai dibincangkan netizen.

Refrensi NU Online Mengenai Tayamum
Mengutip Refrensi NU Online, Rabu (30/8/2023), tayamum sendiri dilakukan saat umat Islam ingin sholat, tetapi tidak ada air.
Seharusnya, Ini menjadi kemudahan untuk umat Islam beribadah, tetapi tidak ada air sama sekali.
“Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu,” (Q.S. al-Nisâ’ [4]: 43).
Meski demikian, bukan berarti seseorang ketika ingin sholat bisa bertayamum begitu saja. Pasalnya, tayamum sendiri dilakukan pada beberapa kondisi tertentu.
Alasan Bertayamum Menurut Syekh Mushthafa al-Khin
Syekh Mushthafa al-Khin dalam kitab al-Fiqh al-Manhaji ‘ala Madzahib al-Imam al-Syafi‘i menjelaskan, 4 alasan dibolehkannya bertayamum, di antaranya:
- Tidak adanya air kala itu.
- Air yang sangat jauh hingga mustahil untuk dicapai. Maka melakukan tayamum diperbolehkan.
- Sulitnya air bersih sehingga menghindari penyakit bisa melakukan tayamum.
- Kondisi terlalu dingin hingga tayamum lebih disarankan untuk dilakukan dibandingkan berwudhu.
Tata Cara Tayamum
- Siapkan tanah berdebu atau debu yang bersih.
- Dalam keadaan menghadap kiblat, ucapkan basmalah lalu letakkan kedua telapak tangan pada debu dengan posisi jari-jari tangan dirapatkan.
- Lalu usapkan kedua telapak tangan pada seluruh wajah disertai dengan niat dalam hati. Niat tayamum yakni “Nawaytu tayammuma li istibaakhati sholati lillahi ta’ala”.
- Letakkan kembali telapak tangan pada debu. Kali ini jari-jari direnggangkan serta cincin yang ada pada jari (jika ada) dilepaskan sementara.
- Setelah itu, tempelkan telapak tangan kiri pada punggung tangan kanan, sekiranya ujung-ujung jari dari salah satu tangan tidak melebihi ujung jari telunjuk dari tangan yang lain.
- Usapkan telapak tangan kiri ke punggung lengan kanan sampai ke bagian siku. Lalu, balikkan telapak tangan kiri tersebut ke bagian dalam lengan kanan, kemudian usapkan hingga ke bagian pergelangan.
- Usapkan bagian dalam jempol kiri ke bagian punggung jempol kanan. Selanjutnya, lakukan hal yang sama pada tangan kiri.
- Terakhir, pertemukan kedua telapak tangan dan usap-usapkan di antara jari-jarinya.
- Jika sudah selesai, seseorang dapat membaca doa setelah tayamum: “Asyhadu an laa Ilaaha illalloh wahdahu laa syariika lahu. Wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa Rasuuluhu. Allahummaj’alni minat tawwaabiina, waj’alni minal mutatohhirina, waj’alni min ‘ibaadikas sholihiina. Subhanaka allahumma wa bihamdika astagfiruka wa atuubu ilaika.“ (DYW)





