Moel dan teman-temannya awalnya tidak sengaja berebut meja di sebuah tempat makan dengan Harni dan teman-temannya hingga menarik perhatian seisi restoran.
Sampai-sampai mereka saling tantang adu catur untuk memutuskan kelompok siapa yang berhak atas meja tersebut, yang akhirnya dimenangkan oleh kelompok Harni.
Moel yang masih belum terima mengajak Harni tanding ulang keesokan harinya. Tanpa Moel tahu sebenarnya Danar sudah lama tertarik pada Harni, setelah dikenalkan dalam sebuah acara keluarga Harni yang juga dihadiri orangtua Danar.
Namun, Harni lebih tertarik pada sosok Moel yang cerdas namun tetap bersahaja.
Saat Moel akhirnya lulus Akabri dengan peringkat terbaik dan langsung diterima S2 di UI, Moel memberanikan diri melamar Harni, tepat sehari sebelum Danar berencana datang melamar juga, tetapi Harni sudah menjatuhkan pilihan pada Moel dan kedua orang tua Harni mengikuti pilihan anaknya.
Karier dan studi Moel berjalan lancar, namun ternyata Danar masih memendam dendam pada Moel dan berusaha mempengaruhi atasan-atasan Moel agar mengirimkan Moel ke medan perang.
Moel akhirnya memang benar diutus berangkat perang ke Timor Timur dalam sebuah Operasi Seroja.
Meskipun Harni tidak rela ditinggal, akhirnya ia tetap merelakan Moel pergi mengemban tugas negara.
Diam-diam Moel menyelipkan sepucuk surat ke dalam buku harian Harni dan berharap Harni akan menemukan surat itu ketika rindu pada Moel.
Kabar tentang Moel dan para pasukan satu timnya di Timor Timur sempat hilang selama beberapa minggu, membuat Harni resah dan khawatir karena sebenarnya Harni tengah mengandung anak pertama mereka.
Namun Harni berusaha kuat, bahkan Harni ikut menyemangati istri-istri prajurit lain yang berangkat bersama Moel.
Sementara di medan perang, Moel berjuang untuk berusaha...






