
CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Ketidakpastian ekonomi dunia, tertekannya pasar finansial hingga peningkatan resesi global mencapai titik baru menyusul sikap China, dan Uni Eropa yang telah secara resmi mengumumkan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat.
Meski diketahui Negeri Paman Sam tersebut dalam langkah terbarunya menunda penerapan tarif baru untuk sebagian besar negara.
Lebih lanjut, China menaikan tarif impor barang Amerika Serikat dari 34% ke 84%, beberapa jam setelah USA mulai memberlakukan tarif baru sebesar 104% ke produk China. Namun, Negeri Tirai Bambu belum juga merespon aksi lanjutan terbaru Trump terkait naiknya tarif ke Tiongkok jadi 125%.
Maka eskalasi perseteruan ekonomi dua raksasa dunia itupun ibarat “Clash Of Titans” belum menunjukkan tanda meredah sama sekali.
Belum usai, Uni Eropa kemudian mengumumkan tarif impor balasan pertama sebesar 25% kepada produk-produk sentral Amerika Serikat, seperti Sepeda Motor, Ayam, Buah-buahan, Kayu, Pakaian, hingga Benang Gigi.
Karena blok 27 Negara ini sebelumnya dikenakan tarif 20% untuk sebagian besar produk mereka, khususnya sektor otomotif serta baja. Meskipun bicara angka belum sebanding, tapi langkah awal Uni Eropa itu merupakan Simbol Perlawanan yang cukup kuat bagi Amerika Serikat. (Deon)






