• Advertorial
  • Editorial
  • Opini
  • Wartawan Ba Carita
Tuesday, 21 April 2026
  • Login
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
Cahaya Siang
Advertisement
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya
No Result
View All Result
cahayasiang.id
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Internasional
  • Sulut
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
  • Olahraga
  • Hiburan

Beranda » Sengsara Bocah Tomohon “Tragedi Kemanusiaan” Yang Disepelekan Penguasa

Sengsara Bocah Tomohon “Tragedi Kemanusiaan” Yang Disepelekan Penguasa

04/11/2024
in Minahasa & Tomohon
0
Share on FacebookShare on Twitter

CAHAYASIANG.ID, TOMOHON – Buram betul masa depan bocah asal kelurahan Taratara Tiga Kecamatan Tomohon Barat Kota Tomohon Provinsi Sulawesi Utara Efraim Kekung (8).

Pasalnya, setelah mengalami kebutaan total usai divaksinasi Corona Virus Disease (Covid-19) pada 23 Pebruari 2022, ternyata proses penyembuhannya tak dilanjutkan oleh pihak yang harusnya bertanggung jawab.

Kepada wartawan, pihak keluarga menuturkan kembali kisah pilu yang kemudian “memenjarakan” anak ganteng ini dalam kegelapan. “Efraim waktu itu masih 6 tahun dan Sekolah di TKK Eben Haezer.

Rabu tanggal 23 Pebruari 2024 dia divaksinasi tahap 1 di SD GMIM 2 Taratara. Pagi sampai siang sebelum divaksinasi anak kami sehat.

Bahkan masih bermain-main dengan teman. Tapi malam harinya dia mulai sakit panas, dan kami kasih obat Paracetamol. Tapi waktu bangun pagi dihari ketiga, dia mengeluh karena pandangannya sudah gelap dan tak bisa melihat lagi,” ungkap Jein Runtu, ibunda Efraim, kemarin.

Saat itu, kata Jein, mereka membawa anaknya ke Puskesmas Taratara yang kemudian memberikan rujukan ke-RS. Akhirnya, keluarga membawa Efraim ke RS Gunung Maria yang kemudian merujuknya lagi ke RSUP Kandou Manado. Diketahui, dalam proses ini Dinkes Tomohon sempat memfasilitasi serangkaian prosedur medis di RSUP Prof Kandou Manado, dan yang mengeluarkan rujukan ke RS Cipto Mangunkusumo Jakarta pada Agustus 2022.

Tapi dengan dalih Pemkot Tomohon belum ada dana, rujukan itu kemudian kadaluarsa pada Nopember 2022. Sebenarnya, kata keluarga, mereka sempat bahagia oleh kehadiran Ketua TP-PKK Kota Tomohon dr. Jeand’Arc Karundeng pada tanggal 27 Maret 2023.

“Ya, ibu dokter, ibu Walikota yang datang temui anak kami dirumah. Waktu itu ibu bilang dana sudah ada dan siap berangkat. Beliau minta kami mengurus kembali rujukan.

Karena itu, kami langsung urus rujukan baru,” kata Jein. Sayang, kata dia, janji itu tak dibuktikan,. Tak sampai disitu, kata Jein sambil meneteskan air mata. Setahun kemudian, tepatnya satu Minggu sebelum Pemilu Legislative 14 Pebruari 2024, ibu Ketua TP-PKK bersama salah satu oknum Caleg Tomohon Barat tiba-tiba berkunjung kerumah mereka.

“Waktu itu kami sampai menangis. Ibu bilang operasi di Jakarta batal karena kebutaan Efraim bukan karena Vaksinasi Covid-19,” jelas Jein. Mungkin untuk menghibur, tambah Jein, saat itu ibu Karundeng beritahukan, setiap bulan keluarga akan dapat bantuan, “Sampe skarang, mana itu bantuan. Nol besar. Cuma dusta,” ucap Jein.

Tak ingin anak mereka terus menderita, kata Jein, saat ini keluarga berusaha memproses rencana operasi di RS Mata Manado. Diketahui, sebelumnya, terkait ” tragedi kemanusiaan” ini, sudah banyak kritik bahkan kecaman yang diarahkan pada Pemkot Tomohon.

“Vaksinasi Covid adalah program pemerintah. Anak ini celaka karena itu. Tapi kenapa Pemkot Tomohon seperti ini,” kata Angreini M. Indikator kebutaan karena Vaksinasi, kata dia, terkait kelalaian Dinkes Tomohon. “Sudah tahu anak ini lemah saraf penglihatan, tapi kenapa paksa divaksinasi.

Yang lalai siapa ? Bukan pemerintah sini ? Kenapa masih dibilang bukan karena itu ?,” ucapnya.

“Mana rasa kemanusiaan pemerintah. Banyak dana APBD dihamburkan percuma. Tapi untuk selamatkan anak ini tak ada dana. Luar biasa,” ungkap Lexi Ogi.

“Jadi lucu kalau ada program Kesehatan gratis dari Calon penguasa yang turut mengacuhkan masalah hidup anak ini,” tambah Ogi. (Joppy WKR)

Post Views: 2,904
Bagikan ini :
Previous Post

KPU Minut Sukses Gelar “Debat Publik Kedua Pasangan Calon Bupati Dan Wakil Bupati Minahasa Utara Tahun 2024”

Next Post

Rektor Unima Hadiri Kegiatan Pasca Konaspi XI di Bali

Next Post

Rektor Unima Hadiri Kegiatan Pasca Konaspi XI di Bali

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ADVERTISEMENT

Alamat Kantor :

Jl. Politeknik, Kelurahan Kairagi II,
Kecamatan Mapanget, Kota Manado,
Sulawesi Utara

No. Telp :
(0431) 7246837 (Kantor)
0882022399555 (Mobile)

  • About Us
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
    • Nusantara
    • Hankam
    • Hukum
    • Pemerintahan
    • Politik
  • Internasional
    • Luar Negeri
  • Sulut
    • Manado
    • Minahasa Utara & Bitung
    • Minahasa & Tomohon
    • Minsel – Mitra – Bolmong Raya
    • Kepulauan
  • Kriminal
  • Ekonomi & Bisnis
  • Iptek
    • Pendidikan
  • Olahraga
  • Hiburan
    • Musik
    • Film
    • Pariwisata Budaya

© 2021 Cahaya Siang - Developed by WP Development.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In