CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Dalam konferensi Pers di Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (27/7/23), Sekjen Partai Golkar 2009 hingga 2018, Idrus Marham menjelaskan, mengenai kenapa ada Tim Pemrakarsa Kebangkitan Partai Golkar ada.

“Tim pemrakarsa adalah adanya kesadaran secara kolektif yang muncul dari seluruh keluarga Partai Golkar, utamanya para pemimpinnya bahwa kepemimpinan hari ini tidak produktif,” kata Idrus Marham menjelaskan.
Selain itu, Idrus Marham adalah Menteri Sosial di tahun 2018 notabenenya di Pemerintahan Jokowi-JK, beliau merupakan pengganti Khofifah Indra Parawansa yang memilih berkompetisi di Pilgub Jawa Timur, dan seperti kita ketahui Khofifah-Emil terpilih menjadi Gubernur dan Wakil Gubernurnya.
KETUM HARI INI HANYA BERNEGOSIASI MENYELAMATKAN DIRI SENDIRI
Idrus Marham mengatakan, Ada indikasi kuat yang kita duga Ketum hari ini (Airlangga Hartarto) hanya melakukan negosiasi untuk menyelamatkan diri.
“Ada indikasi yang sangat kuat, yang kita menduga bahwa langkah-langkah yang dilakukan oleh Ketum hari ini hanya untuk melakukan negosiasi-negosiasi untuk apa? untuk menyelematkan dirinya,” jabar Sekjen Partai Golkar 2009-2018 menuturkan keadaan sebenarnya.
TIDAK BOLEH MARAH KALAU DIKRITIK
Idrus Marham juga membeberkan, Tujuan Tim Pemrakarsa Kebangkitan Partai Golkar, yakni menjadikan Golkar Demokratis, ketika dikritik tak boleh marah.
“Kan ini adalah Golkar Yang Demokratis. Tidak boleh marah kalau dikritik kan?,” ungkap Mensos 2018 tersebut. (Dego)





