
CAHAYASIANG.ID, Manado – Dalam rangka memperkuat sinergitas dalam pengawasan wilayah laut dan kawasan perbatasan Indonesia–Filipina, Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Imigrasi Sulawesi Utara (Ditjen Imigrasi Sulut), I Gusti Bagus M. Ibrahim, didampingi pejabat struktural, melaksanakan audiensi dengan Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, bertempat di Mako Bakamla Zona Tengah.
Audiensi ini menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi lintas institusi yang lebih kuat, terintegrasi, dan responsif dalam menghadapi dinamika pengamanan wilayah laut, khususnya di Sulawesi Utara yang memiliki posisi strategis sebagai wilayah perbatasan langsung dengan Filipina.
Dalam pertemuan tersebut, dibahas sejumlah agenda strategis yang menjadi perhatian bersama. Salah satunya adalah peningkatan sinergitas pelaksanaan tugas dalam pengamanan wilayah laut dan perbatasan RI–Filipina, termasuk dalam menghadapi potensi permasalahan pelintas ilegal melalui jalur-jalur perairan yang tidak resmi.
Kakanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara, I Gusti Bagus M. Ibrahim, menekankan bahwa karakteristik geografis Sulawesi Utara membutuhkan pola pengawasan yang mengedepankan koordinasi dan keterpaduan antarlembaga.
“Pengamanan wilayah perbatasan tidak dapat dilakukan secara sektoral. Imigrasi memiliki tugas dalam pengawasan lalu lintas orang, sementara Bakamla memiliki peran strategis dalam keamanan dan keselamatan wilayah perairan. Karena itu, sinergitas keduanya menjadi sangat penting, khususnya dalam menghadapi potensi pelintas ilegal di wilayah perbatasan Indonesia–Filipina,” ujarnya.
Selain penguatan pengamanan, kedua pihak juga membahas kolaborasi dalam pertukaran informasi sebagai salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini. Pertukaran data dan informasi yang relevan diharapkan dapat mendukung proses pemetaan potensi kerawanan serta mempercepat koordinasi dalam merespons setiap indikasi pelanggaran di wilayah perairan dan perbatasan.
Audiensi juga membahas rencana pelaksanaan operasi bersama di laut sebagai bentuk konkret penguatan sinergi di lapangan. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan pola pengawasan yang lebih terpadu dengan mengoptimalkan tugas dan kewenangan masing-masing instansi.
Di sisi lain, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara juga menyampaikan komitmen untuk memberikan dukungan pelayanan paspor bagi jajaran Bakamla, sebagai bagian dari penguatan pelayanan keimigrasian sekaligus dukungan terhadap pelaksanaan tugas kedinasan personel Bakamla.
Sementara itu, Kepala Zona Tengah Bakamla RI, Laksamana Pertama Bakamla Teguh Prasetya, S.T., M.M., CHRMP, menyambut baik penguatan koordinasi tersebut dan menekankan pentingnya membangun komunikasi yang berkelanjutan antara Bakamla dan Imigrasi, khususnya dalam menghadapi tantangan pengamanan wilayah perairan dan perbatasan.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada koordinasi tingkat pimpinan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi langkah operasional yang konkret, mulai dari pertukaran informasi, koordinasi pengawasan hingga pelaksanaan operasi bersama di wilayah laut.
Melalui sinergi tersebut, Kanwil Ditjen Imigrasi Sulawesi Utara dan Bakamla Zona Tengah memperkuat komitmen untuk menghadirkan pengawasan perbatasan yang semakin terpadu, responsif, dan berorientasi pada kepentingan keamanan serta kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*/ak)



