CAHAYASIANG.ID, MANADO – Rukun Sosial Nyiur Melambai menggelar kegiatan Halal Bihalal yang dilaksanakan di kompleks Perumahan Politeknik Permai dalam Keluarga Toar Siti pada Sabtu, (13/04/2024).

Kegiatan ini diikuti oleh ratusan pengurus dan anggota Rukun Sosial Nyiur Melambai. Acara dimulai pukul 15.00 WITA dan diawali dengan Sambutan Ucapan Selamat datang oleh Pdt Reky Rantung, STh yang merupakan Ketua BPMJ GMIM Sion Tounelet Sonder Satu dan Ketua Wilayah Sonder Satu.
Adapun Rukun Sosial Nyiur Melambai ini didirikan sejak tanggal 2 Mei 2023. Rukun ini dinamakan Rukun Sosial Nyiur Melambai dikarenakan rukun ini berdomisili atau bertempat di daerah Nyiur Melambai Sulawesi Utara dengan harapan rukun ini dapat bermanfaat bagi sesama anggota dan masyarakat. Seumpama Pohon Kelapa yang setiap bagiannya sungguh bermanfaat bagi kita manusia, mulai dari buah sampai pohonnya.
Tujuan rukun sosial Nyiur Melambai adalah hidup berdampingan saling membantu sesama, yang bersifat mengutamakan kepentingan anggota sesuai dengan program kerja dan ADART serta setia pada dasar dan falsafah NKRI yakni Pancasila dan UUD Tahun 1945.
Rukun yang menunjukkan keharmonisan serta kerukunan antar umat beragama serta sesuai dengan logo rukun yang memiliki tanda Padi dan kapas merupakan sila ke 5 menggambarkan keadilan dan kemakmuran yang tentu menjadi harapan dan keinginan dari setiap anggota rukun Nyiur melambai.
Dalam sambutan Ketua Rukun Sosial Nyiur Melambai Pnt Yerianto Mesdila di kegiatan Halal Bihalal ini, Ia mengatakan bahwa Indonesia dengan keanekaragaman budaya, suku, agama tak terkecuali di Sulawesi Utara dibawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara Bapak Prof DR (HC) Olly Dondokambey, SE dan Wakil Gubernur Drs Steven Kandouw (ODSK) telah menciptakan kerukunan antar umat beragama, toleransi antar umat beragama. Dan itu bisa kita rasakan bersama dan kita alami.
“Kondisi toleransi antar umat beragama yang demikian, maka dibawah kepemimpinan Bapak Gubernur dan Bapak Wakil Gubernur, Provinsi Sulawesi Utara telah beberapa kali menerima penghargaan Harmoni Award dari Pemerintah Pusat. Dimana Provinsi Nyiur Melambai ini dinobatkan juga sebagai Provinsi dengan Indeks Kerukunan Beragama Tertinggi. Oleh karena itu, patutlah kita bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah menempatkan hamba-Nya sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara.” Ujar Mesdila yang juga merupakan Penatua ASM di GMIM Viadolorosa Kairagi Dua ini.
Ia mengajak semua pengurus dan anggota Rukun untuk membantu mempertahankan penghargaan yang telah diterima yakni Harmoni Award untuk Sulawesi Utara ini. Yang dimulai tentunya dari kehidupan Rukun Sosial Nyiur Melambai.
“Nilai-nilai kearifan lokal yang disampaikan oleh Pahlawan Nasional asal Sulawesi Utara Bapak Dr Sam Ratulangi “Sitou Timou Tumou Tou” Manusia Hidup Untuk Memanusiakan Manusia yang lain, dengan maksud agar adanya keseimbangan hidup.” Tutur Mesdila yang adalah Kepala UPTD Pengelolah Prasarana Perhubungan LLAJ Dinas Perhubungan Daerah Provinsi Sulut ini.
Sementara itu, ditambahkan oleh Wakil Ketua Rukun Nyiur Melambai, Mayung Samperinding bahwa dengan berlangsungnya acara Halal Bihalal ini, semoga tali silahturahmi kita semua bisa terus terpelihara dengan semangat kebersamaan dan kerukunan, sama seperti tujuan rukun yang disemangati para senior-senior dilingkungan VII ini.
“Tentunya lewat momen Halal Bihalal ini boleh memupuk dan menjadi pondasi yang memperkokoh keharmonisan kita sesama anggota rukun serta dapat berdampak bagi lingkungan sekitar kita masing-masing.” tutur Samperinding yang juga didampingi oleh Sekretaris Stephani Rombot dan Bendahara Yulin Kalundas.
Dalam kesempatan tersebut juga, Ketua Rukun Sosial Nyiur Melambai menyampaikan Selamat hari raya Idul Fitri 1445 Hijriah lewat sebuah pantun.
“Burung Nuri Burung Dara, Terbang tinggi di atas awan, Selamat Idul Fitri wahai Saudara. Mohon maaf Lahir Batin” tutupnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Lurah Kairagi 2 Mohamad Windu, SIP yang juga membawakan sambutan dalam acara ini, Uztadz Mohamad Ruslan Essa yang menyampaikan Tausiah, selain itu hadir juga Kepala Lingkungan VII Semuel Hontong, Tokoh Agama dan masyarakat setempat. (***)






