
CAHAYASIANG.ID, MINSEL – Dugaan penyimpangan data penerima Bantuan Pangan Berupa Beras oleh Hukum tua desa malola kecamatan kumelembuai tuai kecaman warga.
Pasalnya, Hukum tua desa malola Cianly Liando dengan seenakya melakukan perubahan data penerima bantuan tanpa proses kesepakatan dengam para penerima.
Mirisnya lagi, 64 KPM yang seharusnya per kepala keluarga menerima 20 kg kini mereka tinggal menerima 5 liter.
Dari informasi warga, pengurangan jumlah beras dari 20 kilogram ke 5 liter ini menurut hukum tua Cianly Liando agar pembagiannya bisa merata kepada semua masyarakat.
“Kami heran, kenapa nama-nama penerima yang sudah dikeluarkan Pemerintah Pusat seenaknya dirubah oleh Pemdes. Apa boleh begitu..?Padahal mereka yang berhak menerima beras 20 kg”. Kata warga yang minta namanya dipublis.
Kami hanya mendapat jatah beras 5 liter, padahal seharusnya 20 kg yang kami terima. Namun oleh pemerintah desa dikatakan bahwa pengurangan pembagian tersebut agar bisa merata untuk semua warga dan sudah sesuai kesepakatan. Sambung warga lainya.
“Kami sebagai nama-nama penerima tidak pernah menyepakati soal pembagian beras kepada yang lain. Kalau memang pembagian itu merata kepada seluruh warga malola, kenapa banyak yang tidak mendapatkannya”. Ujar mereka.
“Tolong ibu Kumtua, jangan samakan pembagian BLT waktu ibu menjabat di desa Malola Satu yang dipotong dengan alasan untuk pembangunan balai desa, dan diberlakukan kepada kami dengan alasan sudah ada kesepakatan. Kami sama sekali tidak mengetahui kesepakatan itu. Dan jangan juga kumtua mengabaikan warga setempat dalam pengerjaan proyek dana desa dan memprioritaskan warga luar”. Beber warga.
Saat Media konfirmasi lewat Via telpon WhatsApp oleh Hukum Tua desa Malola Cianly Liando saat dihubungi via nomor whatsApp membantah kalau pembagian ini sudah hasil kepsepakatan.
“Saya sudah membagikan beras tersebut, sebab ini sudah sesuai hasil MUSDES desa Malola”. Ucap Cianly Lindo dengan nada Bingung.
“Pokoknya saya sudah salurkan beras tersebut sesuai hasil rapat musdes”. Tutup Hukum tua sedikit terdengar gugup.
Saat ditanya awak media bahwa Kenapa data penerima yang sudah di keluarkan dari pusat bisa berubah, Hukum Tua Cianly Liando tidak bisa menjawab bahkan langsung menutup telepon. (R_01)






