CAHAYASIANG.ID // Jakarta – Pengamat sosial politik Universitas Indonesia Rocky Gerung berpendapat bahwa Partai Demokrat tampaknya telah menyadari dua gangguan yang mungkin akan dihadapinya.
Pertama, upaya mengusik Demokrat melalui PK yang diharapkan kubu KLB Deli Serdang yang dipimpin oleh Moeldoki serta Johny Allen Marbun.
Kedua, gangguan yang berpeluang dilakukan oleh eks Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum setelah menghirup udara bebas dari penjara.
Mengutip garut.suara.com, Kamis (6/4) beberapa waktu lalu, Rocky Gerung mengatakan, Ya saya bisa pahami, jadi kira-kira Demokrat menghitung dua hal, pertama Moeldoko pasti ada dalam rencana untuk terus mengganggu Demokrat
“Itu kayaknya udah final tuh, karena bagi Moeldoko ini hal yang paling mewah bagi dia, kalau bisa memperoleh Demokrat,” sambung Pengamat Politik asal Manado tersebut.
Sementara menurut Rocky Gerung, Anas Urbaningrum usai terbebas berpeluang besar kembali menjalani perannya sebagai politisi.
“Hal ini kemudian dinilai dapat berpotensi untuk berhadapan dengan mantan partainya, yakni Demokrat. Jadi kalau Anas keluar dari penjara, selesai masa pidananya, tentu dia akan tampil sebagai tokoh politik. Kan gak mungkin Anas diem-diem aja kan,” ujarnya.
Rocky Gerung menambahkan, sosok Anas Urbaningrum sebagai politisi juga memiliki peluang mengganggu Partai Demokrat, terlebih jika dikaitkan dengan kasus korupsi Wisma Atlet tersebut.
“Anas sebagai politisi, dia tahu cara memanfaatkan isu tuh dan itu yang menyebabkan saya kira gelagat dari Demokrat itu memang semacam kepanasan juga tuh,” ungkapnya.
Rocky Gerung melihat bisa saja Moeldoko dan tokoh korps hijau hitam HMI tersebut, yakni Anas Urbaningrum kemungkinan bergabung dan mengusik Partai Demokrat.
Jika hal itu terjadi, maka secara tidak langsung Rocky Gerung menganalisa kemungkinan kedepan, akan membuat berantakan Koalisi Perubahan dan mengganggu Anies Baswedan di Pilpres mendatang.
“Karena sangat mungkin juga Moeldoko bergabung dengan Anas dalam upaya untuk mendelegitimasi Demokrat,” beber Rocky Gerung dalam memberikan kalkulasi politik kedepan. (*/Dego)






