CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden (KSP), Ali Mochtar Ngabalin, menjelaskan pernyataan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko kepada Rocky Gerung selayaknya robot pintar tetapi tidak punya hati dan ada yang me-remote (mengendalikan).
Menurut Ali Mochtar Ngabalin, Moeldoko sendiri sudah tahu siapa sosok dalang atau pengendali Rocky Gerung.
“Saya kira Pak Moeldoko tahu ya. Sebagai seorang Mantan Panglima Tentara Nasional Indonesia, beliau sangat memiliki kemampuan intelijen yang luar biasa dan pasti beliau tahu,” kata Ali Mochtar Ngabalin, mengutip di kanal YouTube CNN Indonesia, Senin (7/8/23).

SEBAGAI AKADEMISI BERKEMAMPUAN INTELEKTUAL ROCKY GERUNG MESTINYA BERTUTUR KATA BAIK
Menyentil masalah Robot, Ia menyetujui perihal dugaan Moeldoko mengenai dalang di balik pernyataan “Itu Bajingan Yang Tolol” Rocky Gerung ke Presiden Jokowi.
Namun, Setelah itu, Ali Mochtar Ngabalin mengungkapkan, Sebagai seorang akademisi, kemampuan intelektual Rocky Gerung mestinya tercermin melalui tutur kata yang baik.
“Kalau dia ada ilmu, kalau dia punya intelectual knowledge yang bagus, maka semua kata-katanya itu pakai hati, pakai rasa. Tapi ini, semua yang keluar dari mulutnya ini bukan kritik. Menghujat, mencaci maki, mencederai orang. Artinya, dia tidak punya hati,” sebutnya.
ROBOT YANG SEDANG DI REMOTE KE ROCKY GERUNG MENURUT ALI MOCHTAR NGABALIN
Dari Penjelasan Ali Mochtar Ngabalin, hal itulah yang ingin disampaikan Moeldoko melalui penyebutan “Robot” yang sedang di-remote terhadap Rocky Gerung.
“Jadi Bapak Moeldoko itu, memberikan arti kiasan seperti robot. Kalau robot itu, kan tidak punya perasaan, tidak punya hati. Kalau perasaannya ada, itu dia tidak mungkin begitu. Itulah sebabnya, dia seperti orang yang sedang di-remote. Apakah untuk kepentingan kehidupannya? Apakah untuk dia dapat uang? Apakah untuk kepentingan-kepentingan politik yang lain,” jawabnya.
DICURIGAI ORANG AGEN, ROCKY GERUNG KERAP MEMBUAT ISU BERAT HILANG DARI MEDIA
Ali Mochtar Ngabalin juga berkomentar, Rocky Gerung saat membahas suatu isu dalam negeri, salah satunya terkait korupsi Program BTS notabenenya melibatkan Sekretaris Jenderal Partai NasDem, Johhny G Plate.
Tenaga Ahli KSP inipun beranggapan, Gaya Rocky Gerung itu kerap sekali membuat pemberitaan isu-isu berat, menjadi hilang dari media.
“Jangan-jangan ini, orang agen-agen, bahaya ini, makhluk satu ini. Itu yang dimaksudkan,” tegas Ali Mochtar Ngabalin curiga. (Dego*)






