
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Kuliner Bonciss dikenal sebagai usaha kuliner di Manado yang didirikan oleh Diego Alexander Garing dan Dheby Chrisandy pada 15 April 2026.
Usaha ini berawal dari kerinduan terhadap masakan kampung halaman dan kini menjadi destinasi populer yang menyajikan aneka hidangan khas Sangihe.
Berawal dari keinginan Diego Alexander Garing untuk menghadirkan cita rasa autentik Sangihe bagi masyarakat perantau yang rindu kampung halaman maupun warga lokal Manado yang penasaran.
Menu utama yang ditawarkan adalah Sagu Gula Merah dan Kuah Sasi yang membuat orang penasaran akan rasanya.
Soal keaslian dan kualitas rasa, resep dan proses pengawasan masakan diawasi langsung oleh Destrintje Makatanging, ibu dari Diego.
Diego saat diwawancarai secara langsung oleh media cahaya siang pada Jumat, (22/05/2026) mengatakan Kuliner Bonciss hadir dari rasa rindu terhadap makanan khas Nusa Utara yang penuh kenangan dan cerita keluarga.
“Dari kecil, kami sudah terbiasa menikmati sagu gula merah dan kuah sasi bersama keluarga di rumah. Dari situlah muncul keinginan untuk memperkenalkan kembali cita rasa tradisional ini kepada banyak orang, khususnya generasi muda agar tidak melupakan makanan khas daerah sendiri.” Ujar Diego.
Diego yang saat itu tampil dengan ciri khasnya yang sederhana dan apa adanya percaya bahwa makanan bukan hanya soal rasa, tapi juga tentang kenangan, budaya, dan kebersamaan. Karena itu Kuliner Bonciss hadir dengan rasa khas kampung halaman yang sederhana, tapi penuh makna.
“Harapan kami, Kuliner Bonciss bisa terus berkembang dan menjadi tempat yang selalu mengingatkan orang pada rumah, keluarga, dan kampung halaman. Kami juga ingin memperkenalkan makanan khas Nusa Utara lebih luas lagi agar semakin dikenal banyak orang, bahkan sampai ke luar daerah.” harap Diego.
Ia juga berharap ke depan Kuliner Bonciss bisa membuka lebih banyak peluang kerja, terus menjaga cita rasa tradisional, dan menjadi kebanggaan kuliner daerah yang tetap eksis di tengah perkembangan zaman.
Diakhir wawancara, Diego tak lupa berpesan untuk generasi muda untuk jangan pernah malu dengan budaya dan makanan daerah sendiri.
“Justru dari hal sederhana itulah identitas kita berasal. Generasi muda harus berani berkarya, berani memulai usaha, dan terus melestarikan budaya lokal dengan cara yang kreatif dan modern.” ucapnya.
“Ingat, sukses tidak selalu harus meninggalkan kampung halaman atau budaya sendiri. Kadang hal paling sederhana dari daerah kita bisa menjadi sesuatu yang besar kalau dijalani dengan niat, kerja keras, dan konsisten.” tutupnya.
Salah satu pengunjung yang diwawancarai media cahaya siang Michael Oroh mengatakan sangat sering ke Warung Kemang. “Selain makanan dan minuman yang komplit. Suasananya juga nyaman. Apalagi ada yang jual Kuah Sasi dan Sagu Gula Merah. Tentu itu jadi menu yang komplit baik di pagi, siang, sore atau malam” pungkasnya.
Warung Kemang ini berlokasi di kawasan The City Ringroad, Manado. Dan untuk Kuliner Bonciss ini mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat yang rela antre untuk mencobanya. (*Red)





