CAHAYASIANG.ID, Jakarta – Merespon poster digital berisi rencana aksi demonstrasi ‘Geruduk Istana’ berisi tuntutan menurunkan Presiden Jokowi pada 1 Februari 2024.

Ketua Umum Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Imanuel Cahyadi, Secara tegas menolak gerakan pemakzulan Presiden Jokowi.
“Poster digital itu hoaks. Saya selaku ketua umum GMNI menolak tegas, pencantuman logo GMNI disitu. Karena kami menolak gerakan yang mengingkari prosedur demokrasi semacam itu,” ungkap Imanuel Cahyadi kepada awak media, Selasa (30/1/2024).
Menurut Dirinya, Bangsa ini sudah menyepakati bahwa pergantian kekuasaan dalam sistem demokrasi dilakukan melalui pemilu, bukan memaksa MPR untuk memberhentikan atau memakzulkan Presiden.
Dia menuturkan, Berdasarkan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 pemberhentian presiden bisa dilakukan bila memenuhi lima syarat.
Lebih lanjut, Ia menjelaskan, Kelima syarat itu ialah Presiden terlibat korupsi, terlibat penyuapan, melakukan kejahatan berat, melanggar ideologi negara, serta melanggar kepantasan atau etika.
“Lalu apakah satu saja dari lima syarat tersebut terpenuhi? Faktanya tidak. Jadi bisa dibilang siapa pun yang merancang aksi atau poster tersebut, mengingkari konstitusi,” kata Imanuel Cahyadi.
“Maka GMNI menolak ikut serta dalam gerakan pemakzulan yang mengingkari demokrasi dan konstitusi itu,” lanjutnya menegaskan.
Diketahui, Poster digital Berbagai logo organisasi kemahasiswaan itu mencantumkan antara lain, GMNI,HMI, PMII, GMKI, PMKRI, IMM dan lain-lain dengan narahubung bernama Aan, serta Ketua BEM UI nonaktif Melki Sedek Huang. ***





