CAHAYASIANG.ID, MINUT – Patroli Presisi Polres Minut bergerak cepat mengamankan seorang pria yang diduga melakukan pengancaman bersama sejumlah teman-temannya, Minggu, (28/04/2024) di Desa Kolongan Tetempangan jaga II Kecamatan Kalawat di rumah seorang warga.

Kronologisnya, tuan rumah dalam hal ini laki-laki Frans Sagala(44) bersama teman-temannya sedang duduk bercakap-cakap di dalam kamar, tiba tiba tiga orang pria masuk dan mencari orang yang pernah bermasalah dengan mereka.
Kemudian salah seorang mencabut pisau dan berkata.
“Siapa yang pernah berselisih dengan kakak saya, saya baru saja keluar penjara karena memotong orang, saya makan jantung mereka,” ujar lelaki tak dikenal sambil mencabut sebilah pisau dan diacungkan ke lelaki FS dan teman-temannya.
Tidak menemukan yang dicari, mereka kemudian pergi. Kejadian pengancaman ini langsung dilaporkan oleh warga ke Polres Minut dan Polsek Airmadidi via Whatsaap.
Menerima laporan warga, 20 menit kemudian, Patroli Presisi dipimpin Bripka Ricko Pilomonu, bersama tiga anggota, Bripda Nur M Dzikrullah Baba ,Bripda Habibi Prawansa, Bripda Febrian Togas langsung bergerak cepat tiba di TKP dan mengamankan laki-laki SS warga Koltem Jaga 3 yang diduga bertindak sebagai penunjuk jalan karena sejumlah laki laki yang mendatangi rumah keluarga tidak dikenal.
Lelaki SS dalam keadaan mabuk.
Belakangan diketahui, lelaki yang sempat melakukan pengancaman berinisial FS adalah adik dari SS. Lelaki SS-pun langsung diamankan oleh Tim Patroli ke Polres Minut, sedangkan barang bukti milik SS berupa satu unit kendaraan R2 diamankan Patroli Polsek Airmadidi yang dipimpin Bripka Yudi.
Atas kejadian ini, FS selaku tuan rumah melaporkan peristiwa pengancaman dengan sebilah pisau.
Laporan ini diterima oleh Padal melalui Kanit III SPKT Polres Minut Bripka Ferdinand Balantukang.
“Benar kami telah menerima laporannya, akan kami lakukan pengejaran terhadap terlapor untuk pengembangan kasus ini,” tukas Balantukang yang segera melimpahkan laporan ini ke penyidik Reskrim Minut.
Sementara itu menurut Bripka Ricko, setelah mengamankan laki-laki SS dirinya dan tim berusaha mencari teman-temannya, tapi yang bersangkutan sama sekali tidak beritikad baik dan bertele-tele.
“SS bersikeras tidak mau menunjukan karena diduga kuat terlapor adalah adiknya. Ini yang menyebabkan dirinya kukuh tidak mau bicara,” terang Bripka Pilomonu. (Rubby Worek)





