
CAHAYASIANG.ID, MANADO – Sebagai upaya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan, tim mahasiswa Jurusan Teknik Elektro Prodi D-III Teknik Listrik Politeknik Negeri Manado melaksanakan kegiatan Pengabdian Berbasis Masyarakat oleh Mahasiswa (PBM-M) melalui rancang bangun sistem lampu jalan tenaga surya di kawasan wisata Air Terjun Tunan, Desa Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.
Air Terjun Tunan dikenal memiliki potensi besar sebagai destinasi wisata alam unggulan di Sulawesi Utara. Namun, keterbatasan infrastruktur penerangan selama ini menjadi kendala utama dalam aksesibilitas dan kenyamanan wisatawan, terutama pada sore hingga malam hari. Menjawab kebutuhan tersebut, tim mahasiswa merancang dan memasang sistem lampu jalan tenaga surya berbasis LED yang mampu beroperasi secara mandiri tanpa bergantung pada jaringan listrik konvensional.

Kegiatan ini tidak hanya memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan wisatawan, tetapi juga menjadi media pembelajaran berbasis proyek nyata (Project Based Learning/PBL) bagi mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa mengasah keterampilan teknis (hard skills) di bidang teknik listrik serta keterampilan pendukung (soft skills) seperti kerja sama tim, komunikasi, dan pemecahan masalah, sekaligus membentuk karakter akademik yang berdaya saing.
Hasil dari program ini diwujudkan dengan terpasangnya tiga unit lampu jalan tenaga surya di titik strategis kawasan Air Terjun Tunan. Kehadiran infrastruktur penerangan ini meningkatkan kenyamanan, keamanan, serta menambah daya tarik wisata bagi pengunjung.
Hukum Tua Desa Talawaan, Ricky S.F. Sumampouw, menyampaikan apresiasinya atas inisiatif ini. “Dengan adanya lampu jalan tenaga surya, kawasan wisata Air Terjun Tunan semakin nyaman dan aman bagi wisatawan. Kami berharap langkah ini dapat mendukung perkembangan pariwisata Desa Talawaan sekaligus memberi contoh sinergi positif antara perguruan tinggi dan masyarakat,” ujarnya di Balai Desa Talawaan, Jaga I, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara.

Dengan terwujudnya program ini, diharapkan Air Terjun Tunan semakin berkembang sebagai destinasi unggulan Minahasa Utara. Lebih jauh, program ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara dunia pendidikan tinggi dan masyarakat dalam menghadirkan solusi inovatif, ramah lingkungan, dan berkelanjutan sampai akhir Oktober.(*RS)






